Mandalay – Warga Muslim di kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay menuduh polisi tidak mengambil tindakan apapun ketika ekstrimis Buddha membakar sejumlah bangunan di lingkungan Muslim.

Saksi mata mengatakan pada hari Sabtu kemarin (5/Juli bahwa lebih dari 70 polisi hanya berdiri dan menonton pada saat massa Buddhaset membakar sebuah sekolah dan bangunan lainnya di lingkungan Muslim yang ada di Mandalay.

Serangan itu terjadi setelah pemakaman seorang pria Buddha dalam gelombang baru kerusuhan yang terjadi di kota itu.

Win Naing, donor Muslim untuk sekolah, mengatakan bahwa para perusuh Buddha lainnya juga dipersenjatai dengan tongkat, pipa logam dan bahkan gergaji.

Sementara itu, Ye Htut dari kantor polisi daerah Myanmar mengatakan bahwa pasukan keamanan tidak mencoba untuk menghentikan ekstrimis Buddha karena mereka pikir massa hanya menghadiri pemakaman dan bukan melakukan serangan.

Sebelumnya pada tanggal 2 Juli, serangan yang dilakukan oleh para biksu Buddha terhadap umat Islam menyebabkan dua orang tewas dan melukai 14 lainnya di Mandalay.

Kekerasan oleh ekstrimis Buddha terhadap Muslim Rohingya telah menewaskan ratusan orang dan memaksa warga Muslim meninggalkan negara itu.(ed.Arif/Bumisyam/Fajrifm.com)