Palestina – Mantan tahanan wanita Palestina, Susan Al-Oweiwi mengatakan, pengelola penjara Israel berusaha untuk menghilangkan dan meniadakan semua penunjang kehidupan para tahanan di dalam penjara.

Susan memantau keadaan yang sangat sulit bagi para tahanan. Kondisi mereka semakin memburuk selama bulan Ramadhan karena pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap para tawanan. Mereka menindas dan mengurangi fasilitas kehidupan manusia di dalam penjara.

Kondisi para tahanan di penjara Damoun sangat tragis. Administrasi penjara berusaha menyerang para tahanan untuk menghilangkan segala bentuk sukacita dan kemenangan yang dirasakan para tawanan.

Ia menunjukkan, datangnya Ramadhan menyebabkan penderitaan jadi meningkat. Tidak ada dapur umum untuk para tahanan wanita dalam menyiapkan makanan. Tidak ada bahan bakar dan sangat lambat, membutuhkan waktu lama agar bisa memasak makanan. Di samping kondisi ruangan yang sangat panas atau sangat lembab, sehingga sulit matahari masuk ke dalam ruangan.

Para tahanan mengatakan, diperlukan solidaritas publik atas perjuangan mereka, agar dan membuat suara mereka didengar ke dunia.

Otoritas pendudukan Israel membebaskan seorang anggota dewan kota Hebron, Suzan Abdel-Karim al-Aweiwi. Dia adalah ibu dari empat anak-anak, setelah menghabiskan satu tahun di penjara-penjara Israel. Dia ditangkap pada Juni tahun lalu dan dipukuli habis-habisan di pusat penahanan Ashkelon, sebelum dijatuhi hukuman satu tahun.(palinfo/admin)

%d bloggers like this: