Salah seorang mantan penganut aliran sesat di Medan, Sumatra Utara, Sutini (43) mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia, Rabu kemarin (08/10). Dia melaporkan bahwa aliran yang pernah dia ikuti itu mengajarkan tuntunan yang di luar dari tuntunan Islam. Lantas ia pun mengatakan bahwa dirinya meminta tolong ke MUI untuk membubarkan aliran sesat ini.

Perlu diketahui bahwa Sutini hadir di MUI ditemani oleh sembilan orang anggota Forum Masyarakat Muslim Sumatra Utara. Dia menceritakan pengalamannya selama menganut ajaran tersebut.

Sutini pun menjelaskan bahwa aliran sesat di bawah pimpinan Ahmad Arifin, mengajarkan penganutnya untuk membayar zakat kepada Ahmad Arifin, melarang membaca Alquran dan melarang medirikan shalat. Karena dalam ajaran sesatnya ia mengatakan bahwa cukup mengingat Tuhan saja.

Lebih parah lagi, Sutini dipaksa untuk berhubungan badan dengan Arifin. Menurut gurunya, hubungan badan antara guru dan murid diperbolehkan. Dan melayani guru, merupakan kewajiban murid. Selain itu Sutini juga menjelaskan, bahwa aliran tersebut menyebarkan pemahaman bahwa Nabi Adam bukan ciptaan Allah, namun ciptaan malaikat.

Kemudian anehnya lagi, zakat harta para pengikut ajaran ini harus diberikan kepada guru. Bahkan aliran ini, juga melegalkan kawin kontrak atau nikah mut’ah tanpa wali dan saksi. Serta menghalalkan hubungan badan antara guru dan murid. Terakhir, Sutini hanya bisa berharap agar penegak hukum bersama ulama, akan membubarkan aliran sesat tersebut sehingga tidak banyak menimbulkan korban lain. [eza/Republika/Islampos]