Karim di Bogor… Apakah Rosululloh dan sahabatnya melakukan qunut tiap subuh sepanjang hidupnya?

Jawaban :

Bismillah… Telah tetap dalam shohih dari Nabi sholallohu alaihi wasallam : “bahwasanya beliau berqunut selama sebulan mengutuk bani ri’lin, dzakwan dan Ushayyah” kemudian beliau meninggalkannya. Hal itu beliau lakukan, karena mereka telah membantai para penghafal qur’an dari kalangan Sahabat.

Telah tetap juga dari beliau sholallohu alaihi wasallam, bahwa ia Qunut tidak beberapa lama setelah kejadian tersebut setelah perjanjian Hudaibiyah dan penaklukkan khaibar dengan mendoakan sahabat-sahabatnya yang merupakan orang-orang lemah ketika mereka berada di Mekkah. Dalam qunutnya, beliau mendoakan orang-orang mukmin dan melaknat  orang-orang kafir dan hal tersebut dilakukan ketika Sholat fajar.

Telah diriwiyatkan dalam shohih, bahwa beliau sholallohu alaihi wasallam juga pernah Qunut pada waktu maghrib, isya dan zuhur. Dalam kitab sunan diriwayatkan juga, bahwa beliau pernah melakukan qunut pada waktu Ashar. Hal ini menyebabkan kaum muslimin berselisih tentang qunut menjadi 3 Pendendapat :

  1. Qunut itu mansukh. Maka tidak disyariatkan lagi karena nabi Shallallahu alaihi Wasallam pernah melakukan qunut, kemudian meninggalkannya sedangkan meninggalkan itu berarti  memansukh perbuatan. Inilah pendapat segolongan ulama dari penduduk Iraq, seperti Abu Hanifah dan lainnya.
  2. Qunut itu disyariatkan untuk selalu dilaksanakan dan selalu melakukan qunut di waktu sholat fajar yang merupakan kesunnahan. Ini adalah pendapat Imam Malik dan Syafi’i.
  3. Nabi sholallohu alaihi wasallam melakukannya disebabkan oleh sesuatu yang terjadi, kemudian meninggalkannya ketika tidak ada sebab-sebab tersebut. Oleh karena itu, melakukan qunut disunnahkan ketika ada sesuatu yang terjadi (nawazil). Pendapat ini dipegang oleh fuqaha dari kalangan ahli hadits, dan dinukil dari khulafa al-Rasyidin.

Dari sini dapat disimpulkan, bahwa sunnah Rasulullah sholallohu alaihi wasallam dan Khulaf al-Rasyidin menunjukkan dua hal:

  • doa qunut itu disyariatkan ketika terjadi sebab-sebab yang menuntutnya, bukan sunnah yang senantiasa diamalkan ketika sholat di sholat subuh saja.
  • Sesungguhnya doa didalamnya bukanlah doa yang baku lafadznya, namun doa dalam setiap qunut tersebut sesuai dengan kejadiannya seperti doanya nabi sholallohu alaihi wasallam ketika kali pertama dan kedua melakukan qunut. Begitu juga sesuai dengan doa qunutnya Umar rodhiallohu anhu, ketika beliau melakukan salah satu perang dan mendapat ujian, lalu beliau melakukan qunut dengan doa yang sesuai dengan tujuannya.

Maka tidak disyariatkan merutinkan membaca qunut di setiap sholat subuh, apalagi dengan bacaan yang baku.

Akan tetapi jika seseorang menjadi makmum sedangkan imamnya melakukan qunut shubuh, apakah makmum mengikuti imam dengan mengangkat tangan dan mengaminkan doa qunut imam ataukah diam saja?

Jawabannya: sikap yang benar adalah mengaminkan doa imam sambil mengangkat tangan, dalam rangka mengikuti imam karena khawatir merusak persatuan.

Wallohu A’lam…

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05