Oleh: Ust. Arifin, S.H.I.

Perlu diketahui bahwa terjadinya furqoh atau perpecahan agama disebabkan oleh dua sebab utama. Yaitu tidak benar dalam menentukan sumber dalam pengambilan dalil dan kesalahan dalam memilih metode pemahaman dalil atau salah satu dari dua hal tersebut. Kedua sebab tersebut dilahirkan oleh dua penyakit yaitu penyakit Syubhat atau kejahilan dan penyakit syahwat atau hawa nafsu.

Firqoh-firqoh yang keluar dari cara beragama yang benar dinamakan firoq dhollah atau golongan-golongan sesat. Sedangkan firqoh yang tidak keluar dari cara beragama yang benar dinamakan firqoh najiah atau golongan selamat. Firqoh pada hadis-hadis yang telah disebutkan diancam masuk neraka, akan tetapi tidak memastikan kekalnya mereka di neraka. Firqoh yang kesesatannya belum sampai pada tingkat kekufuran, tidak akan kekal di neraka.Sedangkan firqoh yang kesesatannya sampai pada tingkat kekufuran, para ulama salaf tidak menganggap mereka bagian dari 72 golongan akan tetapi mereka dianggap telah kafir atau keluar dari Islam, seperti Syiah Rofidhoh.

Secara umum, 72 golongan yang sesat ini, diancam memasuki neraka terlebih dahulu sebelum memasuki surga karena kebid’ahan yang mereka lakukan. Tetapi hal ini tidak menyangkal adanya orang-orang dari golongan-golongan tersebut yang memperoleh ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga mereka tidak masuk neraka terlebih dahulu. Hal ini disebabkan tingkat kesesatan dan sebab-sebab kesesatan mereka berbeda-beda. Demikian juga hasanah atau kebaikan yang diperbuat mereka pun bertingkat-tingkat di samping semua dosa selain syirik berada di bawah kehendak Allah. Bila Dia menghendaki, dosa-dosa itu akan diampuni dan bila Dia tidak menghendaki, maka si pendosa akan disiksa terlebih dahulu di neraka Jahanam.

Demikian juga pendengar, secara umum firqoh najiah dijanjikan langsung masuk surga. Tetapi hal ini tidak menyangkal adanya pelaku dosa-dosa besar dari golongan yang selamat ini yang tidak diampuni dosa-dosa besarnya dan harus memasuki neraka terlebih dahulu.

Demikianlah pembahasan tentang makna firqoh dan iftiroq, semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah-Nya kepada kita agar tetap bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan. Amin, Wallohu Ta’ala a’lam.

[Selesai]

Artikel berseri: