Kuala Lumpur, Malaysia – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhamad kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Israel dengan menyebut negara tersebut ‘negara perampok’. Hal itu sebagai bentuk dukungan Malaysia atas perjuangan Palestina.

Mahathir mengungkapkan, Malaysia selalu menikmati hubungan persahabatan dengan setiap negara di dunia, kecuali Israel.

Mahatir menegaskan bahwa ia tidak menentang orang Yahudi, tetapi pihaknya tidak bisa mengakui Israel, karena pendudukannya atas tanah Palestina.

Ia menyatakan pendudukan Israel atas tanah Palestina tidak bisa dibenarkan atas dalih apapun. Seseorang tidak dapat merebut tanah orang lain dan membentuk negara. Menurutnya, ini seperti sebuah negara perampok.

Pernyataan Mahathir tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Tramp mengatakan akan mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel. Hal itu menuai banyak kritik, termasuk dari Uni Eropa, Rusia, Jerman, Prancis, dan Turki. Menurut mereka, diakuinya Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel jelas melanggar hukum internasional.(republika/admin)

%d bloggers like this: