Sebanyak lebih dari 500 aksi demonstrasi menentang Trump dilaporkan telah terjadi di seluruh dunia. Gelombang aksi tersebut menyusul pernyataan Donald Trump yang menyatakan al-Quds sebagai ibukota Israel.

Menurut laporan PIC, seorang pengacara Palestina Rami Abduh menyebutkan bahwa jumlah demonstrasi di negara-negara non Arab terus terjadi. Tak kurang dari 500 aksi protes terjadi pada Jumat (08/12/2017) yang lalu.

Abduh mengatakan, Turki menduduki puncak teratas, dengan jumlah demonstran terbanyak. Diikuti Amerika Serikat sebanyak 90 aksi, dan Negara-negara Eropa dan Asia.

Para pengamat memprediksikan, aksi ini akan terus terjadi di Arab maupun luar Arab, sebagai bentuk penolakan terhadap pernyataan Donald Trump yang mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel.

(islampos.com)