GAZA – Sebanyak 33 titik api tersebar di Israel selatan pada Senin kemarin. Kebakaran tersebut diakibatan serangan layang-layang dan balon api pejuang Palestina. Meski tak menimbulkan korban, serangan dengan senjata sederhana itu mampu memberi pukulan ekonomi bagi Israel.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melansir dari harian Israel Yedioth Ahronoth, mengatakan bahwa pihak berwenang berhasil memadamkan kebakaran. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Menurut statistik terbaru Israel, kerugian ekonomi dari layang-layang api yang diluncurkan dari Jalur Gaza, sejauh ini berjumlah sekitar 8,5 juta shekel atau setara dengan 2,5 juta dolar.

Pejuang Palestina mulai menggunakan layang-layang dan balon api pada bulan Mei sebagai protes terhadap pembantaian yang dilakukan tentara terhadap puluhan demonstran Palestina di dekat tembok perbatasan Gaza-Israel pada 30 Maret lalu. (red/kiblat)