Pemerintah Amerika Serikat memotong lebih dari setengah dana yang semula direncanakan untuk badan PBB bagi pengungsi Palestina, sebuah langkah yang bisa menjadi bencana bagi jutaan orang yang membutuhkan.

Departemen Luar Negeri mengumumkan pada hari Selasa (16/01/2018) kemarin bahwa pihaknya menahan 65 juta dollar dari paket bantuan senilai 125 juta dollar yang diperuntukkan bagi Badan Bantuan dan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina PBB.

Dalam sebuah surat, departemen tersebut mengatakan bahwa sumbangan tambahan Amerika Serikat akan berdampak pada perubahan besar Badan Bantuan dan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina.

Selama hampir 70 tahun, Badan PBB untuk pengungsi Palestina telah menjadi penyokong bagi lebih dari lima juta pengungsi Palestina yang terdaftar di wilayah-wilayah pendudukan dan di Lebanon, Yordania dan Suriah.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina telah memberikan dukungan dalam penyediaan makanan, akses terhadap pendidikan, perawatan kesehatan, layanan sosial dan pekerjaan.

Pengumuman tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk memotong bantuan kepada orang-orang Palestina pada 3 Januari 2018 kemarin.

(jurnalislam.com)