Anggota Kongres AS mengkritik keras strategi yang dilancarkan pemerintah Gedung Putih dalam perang melawan milisi Negara Islam (ISIS) di Irak dan Suriah.

Dalam sidang Komite Luar Negeri Kongres AS yang berlangsung pada Rabu malam lalu, ketua komite Ed Royce mengatakan bahwa setelah 4 bulan AS dan koalisi internasional menghadapi milisi pejuang Negara Islam sejak musim panas lalu, kini para pejuang tersebut masih menguasai daerah yang mereka duduki sejak musim panas lalu.

Menurut Royce, strategi Presiden AS Barack Obama untuk melatih dan mempersenjatai oposisi Suriah yang dianggap moderat sangat lambat dan tidak tepat. Sementara itu anggota Kongres lainnya dari partai republik menambahkan di saat setiap hari banyak orang tewas akibat serangan udara pemerintah syiah Damaskus, namun AS hanya hanya menunggu munculnya pasukan moderat yang dilatih hingga tahun 2016 mendatang.

Dalam laporan tersebut, utusan pemerintah AS ke Irak menyatakan bahwa pelatihan yang dijadwalkan pemerintah terhadap pejuang moderat Suriah akan berlangsung selama 1 tahun yang akan dimulai pada Maret 2015 hingga Maret 2016 mendatang.
(ed-Mu’adz/Fajrifm.com/Alarabiya/Ram)