Oleh: Abu Azzam Hawari, Lc.

Dakwah ibarat air yang menumbuhkan benih-benih hidayah dalam hati  manusia yang  kering dari kehidupan imani. Dakwah juga merupakan  motor penggerak dalam sebuah mesin kapal terbang yang jika dia berhenti maka akan jatuhlah semua awak dalam kapal tersebut.Tanpa dakwah kehidupan ini akan hancur dipenuhi keterpurukan ruhani dan duniawi. Berbagai penyembahan berhala dan segala bentuk kemaksiatan akan mendominasi kehidupan  manusia jika dakwah terbangkalaikan. Tidak bisa dibayangkan jika dakwah terhenti walau sesaat. Kegelapan kekufuran dan kemaksiatan akan melanda karena cahaya hidayah  terhalang kepada jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan. Dampak selanjutnya akan merembet pada kebekuan kekuatan umat  untuk menerapkan syariat Alloh di muka bumi ini.

Saudaraku yang dirahmati Alloh…

Barangkali kita bertanya kenapa kita harus berdakwah? Kenapa pula harus ada dukungan untuk kelangsungan dakwah? Bukankah dakwah tugas para dai dan sekarang telah banyak para dai dan mubaligh? Dan bukankah pula islam telah tersebar dimana-mana? Pertanyaan ini seringkali muncul menggelitiki sebagian orang muslim. Pertanyaan yang sebenarnya hasil dari percikan-percikan rasa enggan dan keraguan untuk bergerak melakukan dakwah fi sabililllah.

Alasan Kenapa Kita Harus Berdakwah

Ada beberapa point penting kenapa kita harus berdakwah di jalan Alloh. Barang siapa yang merenungkan niscaya dia akan mengerti bahwa mulai saat ini kita harus berdakwah.

  1. Kita diwajibkan  Alloh untuk berdakwah.

Banyak sekali ayat al qur’an yang mewajibkan kita untuk berdakwah diantaranya:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ 

“Berdakwahlah (serulah) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. an Nahl [16]:125)

وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ آيَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنْزِلَتْ إِلَيْكَ ۖ وَادْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ 

“..dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.” (QS. al Qoshos [28]:87)

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ 

“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwak menyeru kejalan kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf [12]:108)

Berkaitan dengan ayat ini Ibnu  qoyyim rohimahulloh berkata:

“Adapun dakwah mengajak kejalan Alloh adalah profesi dari para rosul begitu juga orang-orang yang mengikutinya.”

Para ulama berpendapat bahwa Ayat-ayat diatas adalah dalil yang mewajibkan seorang muslim berdakwah di jalan Alloh. Tidak dibedakan apakah orang tersebut kaya atau miskin, tua atau muda ,arab maupun a’jam (non arab) selama dia berstatus sebagai seorang muslim maka dia wajib untuk berdakwah menyeru kepada jalan Alloh subhanahu wa ta’ala.

  1. Dakwah merupakan tugas para nabi dan rosul dan orang-orang yang beriman kepadanya.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ 

“dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. an Nahl [16]: 36)

Ayat diatas menerangkan bahwa misi ditusnya setiap rosul kepada umatnya adalah untuk berdakwah menyeru pada tauhid dan menjauhi thaghut. Makna thagut di jelaskan oleh ibnul al Qoyyim:

“Apa saja yang melampaui batas dari seorang hamba dalam hal peribadahan,atau pengikutan, atau ketaatan(kepada selain Alloh). Dan parathoghut sangat banyak adapun pemimpinnya ada lima:Iblis la’natulloh alaihi, Barang siapa yang diibadahi dan dia ridha terhadapnya,Orang yang menyeru manusia untuk beribadah terhadapnya,Orang yang mengaku mengetahui akan ilmu ghaib dan orang yang berhukum dengan selain hukum Alloh.”

Ayat diatas jelas bahwa dakwah merupakan tugas kewajiban para rosul yang harus di emban para pengikut setelahnya.

Keutamaan Dakwah

  • Dakwah adalah sebaik-baik amal perbuatan.

Dalam hal ini Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman;

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ 

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat [41]:33)

Berkata imam asy Syaukani berkaitan ayat ini:

“Tidak ada sesuatu apapun yang lebih baik dari orang yang menyeru untuk dakwah, dan tidak ada yang lebih jelas dari jalan mereka begitu juga tidak ada yang lebih banyak pahalanya dari orang yang beramal atasnya.”

  • Barang siapa yang bisa berdakwah maka baginya pahala sebagaimana orang yang beramal karena dakwahnya tanpa berkurang sedikitpun.

“Barang siapa berdakwah menyeru kepada hidayah/petunjuk maka baginya pahala orang yang mengikutinya dan tidak berkurang sedikitpun.” (HR.Muslim)

  • Memberikan wasilah hidayah dengan berdakwah kepada orang lain lebih baik pahalanya dari pada onta merah (kendaraan termewah di zaman nabi sholallohu alaihi wasallam)

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam  bersabda:

“Maka demi Alloh seandainya engkau menjadi wasilah hidayah bagi seseorang maka hal tersebut lebeih baik bagimu dari onta merah” (HR. al Bukhori: 3009)

Saudaraku yang dirahmati Alloh subhanahu wa ta’ala,

Jangan ragu untuk berdakwah. Jangan pula dibisiki setan untuk enggan dalam berdakwah. Siapapun kita, apapun status kita maka sudah seharusnya bergelut dengan dakwah dimanapun dan kapanpun kita berada. Kalau kita hanya menunggu orang lain maka sungguh kita berada dalam kerugian yang amat besar. Jika kita tidak mampu dengan lisan maka kita bisa berdakwah lewat tulisan. Jika kedua hal tersebut kita tidak mampu maka kita bisa berdakwah lewat harta kita untuk membiayai proyek-proyek dakwah.. Jangan ragu lagi mulai sekarang kita harus berdakwah! Semoga kita di jadikan Alloh sebagai seorang muslim penebar hidayah. Amiin.


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05