Oleh: Ust. Hawari, Lc., M.E.I.

Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki dan wanita. Siapa yang membuka auratnya, maka sungguh ia telah berbuat dosa sebab ia telah melakukan kedurhakaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Di dalam al-Qur’an Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mereka menutup aurat dengan berbagai macam perintah. Di antaranya, Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki atau wanita untuk menundukkan pandangan. Mereka dilarang melihat aurat orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa aurat harus ditutup.

Allah azza wa jalla berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” (QS. an Nur: 30)

Allah juga berfirman:.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya.(QS. An Nur: 31)

Setan tidak senang jika manusia menjaga kehormatan, memiliki rasa malu, dan kesucian jiwa. Setan memiliki semangat yang besar untuk menggoda manusia agar mereka membuka aurat sebagaimana mereka memiliki semangat tinggi untuk memisahkan pasangan suami istri.

Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kepada kita agar jangan sampai terjerumus rayuan setan ini. Jadi, sejak zaman dahulu hingga sekarang cara setan dalam merendahkan manusia sama, yaitu berusaha melucuti pakaian mereka.

Bahkan nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Kaum yang mememiliki cambuk-cambuk seperti seekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang-orang. Dan yang kedua: Para wanita yang berpakaian tapi telanjang (tipis, ketat, atau tidak menutup seluruh aurat), berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya surga, padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR. Muslim)

Inilah realita mayoritas wanita zaman sekarang. Mereka dengan bangga mengumbar aurat mereka tanpa sedikitpun rasa malu. Bahkan, mereka merasa bahwa membuka aurat adalah simbol modernitas dan kemajuan zaman. Padahal itulah langkah-langkah dan tipu daya setan dalam menyesatkan manusia ke dalam kubangan syahwat. Akhirnya mereka terjatuh dalam beragam tindakan pelecehan seksual.

Marilah sejenak kita mencermati Amerika dan negara-negara Eropa yang membebaskan rakyatnya untuk mengumbar aurat mereka, dengan alasan kebebasan individual. Di sana, dengan mudah seseorang akan mendapatkan berbagai majalah porno dijual di sembarang tempat. Acara-acara televisi, khususnya setelah pukul dua belas malam, menayangkan berbagai adegan porno yang tak senonoh dan membangkitkan hasrat seksual.

Bila musim panas tiba, banyak wanita di sana yang membuka pakaiannya dan hanya mengenakan pakaian bikini. Dengan keadaan seperti itu, mereka berjemur di pinggir pantai atau kota-kota pesisir lainnya. Bahkan, di sebagian besar pantai dan pesisir, mereka boleh hanya memakai penutup ala kadarnya.

Rental video dan diskotik bertebaran di Amerika dengan semboyan “Adults only” (khusus untuk orang dewasa). Di tempat setan itulah, anak-anak cepat tumbuh matang dalam hal seksual sebelum waktunya. Siapa saja dengan mudah bisa menyewa kaset-kaset video lalu memutarnya di rumah atau langsung menontonnya di tempat penyewaan.

Bukan sekedar itu, praktek perzinaan legal antara muda-mudi mereka. Bahkan, remaja putri yang masih perawan justru merasa malu karena dianggap aneh dan tidak laku. La haula wala quwwata illa billah!

Tidak lain, kenyataan ini merupakan bukti nyata tidak diberlakukannya syariat menutup aurat. Begitu juga diabaikannya campur baur antara lawan jenis. Begitulah ketika hukum Allah subhanahu wa ta’ala dicampakkan di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lain dan tidak bukan kerusakan yang akan menimpa di dalam kehidupan mereka.

Berbeda dengan agama Islam, kaum muslimah diperintahkan untuk menutup aurat agar mereka terjaga kehormatannya dan tidak diganggu orang lain.

Allah ta’ala berfirman:

“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al Ahzab: 59)

Demikianlah pentingnya menutup aurat bagi kaum wanita. Tidak lain dan tidak bukan hal tersebut untuk kebaikan muslimah di dunia dan akhirat. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga kaum muslimah dari fitnah membuka aurat yang sangat membahayakan ini. Amin. Wallahu a’lam…