Oleh: Ust. Hawari, Lc., M.E.I.

Islam adalah satu-satunya agama yang paling memuliakan manusia. Salah satu buktinya adalah Islam sangat perhatian dalam masalah menutup aurat.

Lelaki dan wanita yang menutup aurat tentunya akan terpelihara kehormatan dan kesuciannya. Namun, jika kita melihat kehidupan masyarakat, banyak kita jumpai wanita keluar rumahnya yang mengumbar aurat mereka. Begitu pula kaum pria, banyak di antara mereka yang tidak menutup aurat. Seakan-akan menutup aurat bukan sebuah kewajiban dan meninggalkannya bukan sebuah dosa.

Definisi

Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak boleh ditampakkan dan diperlihatkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain.

Hukum Menutup Aurat

Menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki dan wanita. Siapa yang membuka auratnya, maka sungguh ia telah berbuat dosa sebab ia telah melakukan kedurhakaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shalallahu alaihi wasallam.

Perintah Menutup Aurat

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mereka menutup aurat dengan berbagai macam perintah.

Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki atau wanita untuk menundukkan pandangan. Mereka dilarang melihat aurat orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa aurat harus ditutup.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. “ (QS. an-Nur [24]: 30)

Allah ta’ala juga berfirman:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya.(QS. an-Nur [24]: 31)

Pada kedua ayat tersebut, Allah juga memerintahkan kepada mereka agar menjaga kemaluan. Tentunya menjaga kemaluan dilakukan dengan menutupi aurat. Tanpa menutup aurat secara otomatis kehormatan dan kesucian seorang tidak akan terjaga.

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada orang-orang musyrik agar mereka menutup aurat pada saat mereka melakukan thowaf. Kebiasaan orang-orang musyrik pada masa zaman jahilliyyah adalah ber-thowaf tanpa busana.

Allah ta’ala berfirman:

“Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid.”  (QS. al-A’raf [7]: 31)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga memerintahkan kepada orang-orang beriman agar mereka menutup aurat. Sebagaimana beliau bersabda:

 لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا تَنْظُرُ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ

“Lelaki tidak dibolehkan melihat aurat lelaki lain, dan wanita tidak dibolehkan melihat aurat wanita lain.” (HR. Muslim)

Dari Bahr bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya berkata:

“Saya berkata, Wahai Nabi Allah, aurat kita apa yang boleh kita perlihatkan dan apa yang tidak? Beliau berkata: Jagalah auratmu kecuali kepada istri atau budakmu. Saya berkata: “Wahai Rasulullah, jika suatu kaum melihat satu sama lain? Beliau berkata: “Jika anda mampu agar tidak seorang pun dapat melihat auratmu, maka lakukanlah.” Dia berkata: “Saya bertanya, ‘Wahai Nabi Allah, bagaimana kalau kita seorang diri?” Beliau menjawab, “Allah itu lebih berhak manusia malu kepada-Nya.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dari Muhammad bin Jahsy, ipar Nabi shalallahu alaihi wasallam: Bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam pernah melewati Ma’mar di halaman masjid yang saat itu ia sedang duduk memeluk lututnya sehingga tersingkap sebagian pahanya. Lalu Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Tutupilah pahamu wahai Ma’mar, karena paha itu termasuk aurat. (HR. Ahmad)

Urgensi atau Pentingnya Menutup Aurat

Pertama, Menutup aurat sarana meraih surga.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ

“Berikanlah jaminan dari diri kalian kepadaku enam perkara, niscaya aku menjamin untuk kalian surga; jujurlah jika kalian berbicara, penuhilah jika kalian berjanji, tunaikanlah jika kalian diberi amanah, jagalah kemaluan kalian, tundukkan pandangan kalian dan cegahlah tangan kalian melakukan keburukan.” (HR. Ahmad)

Di antara sarana menjaga kemaluan adalah menutup aurat.

Kedua, Menutup aurat merupakan buah dari keimanan yang benar kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَدْخُلْ الْحَمَّامَ إِلَّا بِمِئْزَرٍ

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia memasuki tempat mandi kecuali menutupi auratnya dari pandangan manusia.” (HR. Nasai)

Ketiga, Menutup aurat merupakan sarana terbesar menjaga kehormatan seseorang.

Ketahuilah bahwa faktor terbesar terjadinya tindakan amoral kepada kaum wanita karena mereka meremehkan menutup aurat. Jika para wanita menutup auratnya dengan mengenakan jilbab sesuai standar syariat Islam (longgar, tidak tipis, menutup seluruh tubuhnya atau kecuali telapak tangan dan muka), pasti mereka tidak akan diganggu dan mahkota kehormatan mereka akan terjaga.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (QS. al-Ahzab [33]: 59)

Keempat, Menutup aurat merupakan sarana memelihara kehormatan manusia.

Setan tidak senang jika manusia menjaga kehormatan, memiliki rasa malu, dan kesucian jiwa. Setan memiliki semangat yang besar untuk menggoda manusia agar mereka membuka aurat sebagaimana mereka memiliki semangat tinggi untuk memisahkan pasangan suami istri. Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kepada kita agar jangan sampai terjerumus rayuan setan ini.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapa kalian dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.”  (QS. al-A’raf [7]: 27)

Kelima, Menutup aurat merupakan kemuliaan.

Allah memuliakan manusia dari makhluk yang lain di muka bumi ini. Salah satu pemulian Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia adalah Dia memerintahkan kepada mereka untuk menutup aurat. Bahkan menutup aurat dikatakan sebagai zinah (perhiasan) sedangkan membuka aurat dikategorikan sebagai fitnah (godaan/tipuan)

Allah ta’ala berfirman:

“Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian (perhiasan kalian) yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-A’rof [7]: 31)

Demikian pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat. Amin, Wallahu ta’ala a’lam…