Oleh Solahudin, Lc., M.A.

Sahabat muda yang budiman…

Tentunya kita sudah sepakat ya, bahwa yang namanya ilmu merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi kedudukan atau posisi seorang manusia. Baik itu ilmu dunia maupun ilmu agama. Contoh rilnya, bisa kita lihat sendiri di lingkungan sekitar kita. Bagaimana seseorang itu dimuliakan karena ilmunya, baik yang sifatnya duniawi maupun ukhrowi. Betul kan?

Dan dalam Islam pun kita tahu ya, seorang yang berilmu itu menempati kedudukan yang tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak berilmu…

Nah… oleh karena itu sahabat muda, kita harus memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu agama. Kenapa? Karena ilmu tentang agama memiliki banyak keistimewaan, yang sangat rugi kalau dilewatkan begitu saja, apalagi buat kita-kita yang masih muda.

Di antara keutamaan belajar ilmu agama adalah, bahwa ilmu menjadi sebab yang memudahkan jalan menuju surga…. iya, surga.

Dalam hal ini ada satu hadits riwayat Imam Muslim, bahwa Rasulullah  bersabda yang artinya, barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.

Pertanyaannya, siapa sih di antara kita yang tidak mau dimudahkan jalannya menuju surga? Pasti, dan memang seharusnya, kita semua mau…

Bahkan sahabat muda, saking besarnya keutamaan ilmu ini, seorang ulama tabi’in bernama Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan bahwa, seorang yang belajar satu bab tentang masalah agama, lalu ia mengamalkannya, itu lebih baik baginya daripada dunia dan segala isinya.

Subhanallah, ya… lebih baik dari dunia dan segala isinya…

jadi, harusnya kita benar-benar serius mencari ilmu agama ini, seperti orang-orang yang serius mencari rezki untuk hidup, bahkan harus lebih serius lagi.

Seorang ulama yang bernama Ibnu Al-Qayim rahimahullah mengatakan bahwa Orang-orang yang memilki pengetahuan tentang Allah dan tentang perintah-Nya, mereka itulah ruh kehidupan sebenarnya, keberadaan mereka senantiasa dibutuhkan.

Beliau melanjutkan bahwa, kebutuhan hati terhadap ilmu tidak sama alias lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan nafas terhadap udara. ilmu bagi hati kita, ibarat air bagi ikan. jika ikan kehilangan air, maka ia akan mati.

Ulama lainnya seperti Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah juga mengatakan bahwa manusia lebih membutuhkan ilmu dari sekedar membutuhkan makan dan minum. Kenapa? karena makan dan minum itu dibutuhkan sekali atau dua kali sehari, sedangkan ilmu selalu dibutuhkan selama kita masih bernafas.

Masya Allah, ternyata besar sekali ya, kebutuhan kita terhadap ilmu agama ini. makanya, tidak heran jika Islam mewajibkan setiap muslim untuk belajar agama, agar ia dapat beribadah kepada Allah dengan pengetahuan yang jelas.

Dalam hal ini, Ibnu Majah meriwayatkan satu hadits sohih bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Nah, Wajib atau fardhu di sini terbagi dua, ada yang fardhu ‘ain atau wajib untuk setiap orang, ada juga yang fardhu kifayah, yaitu jika ada yang telah melaksanakanya maka kewajibannya gugur terhadap yang lain. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh seorang ulama bernama Ibnu Abdil Barr rahimahullah.

Ibnu Abdil Barr juga menyebutkan bahwa di antara yang fardhu ‘ain adalah: ilmu tentang mengenal Allah, tauhid, shalat lima waktu, puasa ramadhan, haji jika memiliki kemampuan untuk melakukanya, zakat jika memiliki harta, dan segala hal yang sangat darurat atau perlu untuk diketahui, seperti; haramnya zina, riba, khamr, memakan daging babi, memakan bangkai, ghasab, menyogok, persaksian palsu, memakan harta orang dengan cara batil, haramnya berbuat zalim, dan keharaman-keharaman yang lain.

Nah, ilmu-ilmu seperti ini, wajib untuk kita ketahui. Karena kalau tidak, bisa-bisa kita terjatuh ke dalam hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dan ini, tentunya sangat berbahaya untuk kehidupan dunia serta akhirat kita…

Sahabat muda yang budiman, sekadar renungan saja, jika kita melihat di sekeliling kehidupan kita, saat ini, banyak orang yang sudah tidak peduli dengan aturan agama, apalagi hukum-hukum yang agak rinci.

Coba kita lihat, berapa banyak orang yang shalat, tapi tidak tahu cara shalat yang benar sebagaimana shalatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Sehingga shalatnya, ya, terkesan asal terlaksana saja, tidak thuma’ninah atau tidak perhatian dengan waktu dan sunnah-sunnahnya.

Juga kita lihat, berapa banyak orang yang berpuasa tapi melakukan banyak pelanggaran. Parahnya, dia tidak sadar atau tidak tahu bahwa itu adalah pelanggaran.

Atau coba kita lihat ke pasar-pasar dan pusat perbelanjaan. berapa banyak orang yang memakan harta manusia dengan cara yang haram, dan dia sendiri tidak mampu membedakan antara yang halal dan yang haram.

Dan tentunya masih banyak lagi contoh-contoh kesalahan yang disebabkan keengganan menuntut ilmu agama Islam ini. atau bahkan kita sendiri, sebagai generasi muda, mungkin juga termasuk orang yang banyak kesalahannya, karena malas belajar agama.

Sahabat muda yang budiman, pada intinya, kita, sebagai generasi muda, harus memahami betapa pentingnya menuntut ilmu agama. Sangat tidak pantas bagi kita yang mengaku generasi muda muslim, menganggap sepele ilmu agama ini dan lebih mendahulukan ilmu duniawi.

Mudah-mudahan dengan mengetahui beberapa keutamaan ilmu ini, kita menjadi lebih sadar, dan termotivasi untuk meraih ilmu agama sebanyak-banyaknya, juga tentunya, mengamalkan dan mendakwahkannya. Amin. Wallahu ta’ala a’lam…