Sahabat yang dirahmati Allah perlu kita sadari bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Dengan dasar diantaranya yaitu hadits Nabi yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata .

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ : قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ : قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah. Nabi menjawab, Pertama shalat pada waktunya . kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah -st-.

Dengan demikian Sahabat, birul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua adalah amalan unggulan dan yang paling utama.

Selain itu Sahabat, berbakti kepada kedua orang tua juga termasuk dalam rangka mencari keridhoan Allah. karena keridhoan Allah  tergantung dengan keridhoan orang tua terhadap kita.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari , Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi disebutkan, bahwa Rasulullah bersabda.

رِضَا الرَبِّ فِى رِضَا الوَالِدِ و سُخْطُ الرَبِّ فِى سُخْطِ الوَالِدِ

“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua, dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.”

Kemudian, berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu dengan cara bertawasul dengan amal shahih tersebut.

Di dalam kisah yang diriwayatkan di dalam shahih bukhori disebutkan bahwa ada tiga orang yang terjebak di dalam gua, yang mana mulut gua tertutup reruntuhan batu. kemudian setiap orang dari mereka bertawasul dengan amal unggulan mereka. Salah satu diantara mereka bertawasul dengan baktinya kepada kedua orang tuanya yang sudah renta. Sehingga setelah ketiganya selesai bertawasul, batu besar yang menutupi mulut gua terbuka sempurna.

Sahabat, Ini menunjukkan bahwa perbuatan berbakti kepada kedua orang tua yang pernah kita lakukan, dapat digunakan untuk bertawassul kepada Allah  ketika kita mengalami kesulitan.  Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yang dialami seseorang saat ini, bisa jadi  diantaranya karena perbuatan durhaka kepada kedua orang tuanya.

Hendaknya kita selalu mengutamakan orang tua kita, bahkan melebihi sikap kita terhadap istri dan anak-anak kita. cinta dan pelayanan kita kepada istri dan anak-anak kita tidak boleh mengalahkan rasa cinta dan bakti kita kepada kedua orang tua.

Bahkan, Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapaknya untuk menceraikan istrinya,  ia bertanya kepada Rasulullah dan Rasulullah  menjawab.“Ceraikan istrimu.”

Ini menunjukan bahwa ridho orang tua harus kita utamakan, selama apa yang diinginkan orang tua ada dalam jalur kebaikan yang tidak bertentangan dengan syariat dan masuk akal.

Kemudian selanjutnya, Dengan berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur.  Sebagaimana dalam hadits yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim,,dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi bersabda.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ، وَيَنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.

Dan Dalam silaturahmi, yang harus didahulukan adalah silaturahmi kepada kedua orang tua sebelum kepada yang lain.

Sahabat, dengan berbakti kepada orang tua, kita akan dimasukan ke dalam surganya Allah-st-. di dalam hadits Rasulullah disebutkan bahwa anak yang durhaka tidak akan masuk surga.

Dan juga, Dosa-dosa yang Allah segerakan adzabnya di dunia diantaranya adalah karena  berbuat zhalim dan durhaka kepada kedua orang tua.

Itulah Sahabat pemaparan tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. semoga kita termasuk diantara anak-anak yang berbakti kepada keduanya. amiin.

 Wallahu a’lam.