SOLO – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo Jawa Tengah, Professor Doktor Dokter Zaenal Arifin Adnan mempertanyakan dasar hukum Islam kepada para tokoh dan politisi muslim yang mengizinkan peredaran miras ditempat-tempat tertentu, dan tidak melarangnya secara tegas.

Dekan Fakultas Kedokteran UNS ini menasihati para tokoh dan politisi yang beragama Islam agar sadar akan larangan Allah  dan keharaman tentang miras atau khamr. Mereka harus sadar dan ingat akan larangan dalam agama Islam. menurutnya, cepat atau lambat mereka akan melihat dan suatu saat pasti akan menuai.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa  yang diinginkan umat Islam adalah perda pelarangan miras, bukan perda pengaturan miras.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Solo bersama DPRD Solo sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang minuman keras atau minuman beralkohol. Raperda yang rencananya akan melegalkan tiga jenis miras itu akan segera ditetapkan Februari 2014 ini. (KompasIslam)