Pembantaian terhadap warga Muslim kembali terjadi di Irak, diduga dilakukan oleh militan Syiah yang disaksikan langsung tentara pemerintah yang tidak berdaya. Hal ini disampaikan oleh lima orang saksi mata kepada Reuters seperti dikutip CNN.

Kelima saksi mengisahkan pembantaian sebanyak 72 warga Sunni Irak yang tidak bersenjata di desa Barwanah, provinsi Diyala, pada Senin (26/1). Kesaksian mereka hampir sama, komplotan berseragam menciduk warga dari rumah mereka, dibariskan dan dibuat berlutut, lalu beberapa orang ditembak hingga tewas.

Seorang warga yang selamat lainnya mengatakan, korban juga ditembak di gang-gang, rumah, di belakang masjid atau di tempat sampah.

Saksi lainnya mengatakan tentara pemerintah tidak berdaya dan hanya menyaksikan pembantaian tersebut. Beberapa di antara tentara itu terlihat menangis saat eksekusi dilakukan.

Pemandangan usai tentara dan militan pergi sama mengerikannya. Wanita dan anak-anak menangisi suami dan ayah mereka yang terkapar tewas. Ratapan itu terdengar semalaman.

Jubouri mengaku menemukan mayat tetangganya di dalamnya rumahnya dengan lubang peluru menganga di kepala dan dada. Dia melihat mayat-mayat dengan luka yang sama di ladang dan di seluruh desa.

Abu Omar menemukan enam saudaranya terbunuh. Satu di dalam rumahnya dan sisanya di balik tembok di ladang.

Haqqi al-Jobouri, anggota dewan provinsi Diyala mengatakan pada Reuters ada 72 orang tewas pada Senin itu. Sebanyak 35 lainnya hilang, diduga ditahan. [rn/Islampos]