Oleh: Syaeful Rohim, M.A.Pd

Sahabat Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam yang bernama; Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu, salah seorang sahabat nabi yang pertama kali masuk Islam. Beliau bersaksi tentang keislamannya langsung dihadapan Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam di rumah al-Arqom.

Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu merupakan seorang muslim dari kalangan keluarga miskin dan bukan asli orang Makkah. Akan tetapi, beliau perantauan berasal dari negeri Yaman, lalu hijrah dan hidup di Makkah Mukaromah hingga diutusnya Rosululloh sholallohu alaihi wasallam.

Setelah terpikat dengan keadilan Islam, Ammar dan keluarganya menyatakan diri untuk merubah keyakinannya yang penuh dengan kesyirikan, diganti dengan keindahan Islam. Dengan keimanan yang tinggi, Ammar rodhiallohu anhu tidak menyembunyikan keyakinan (keislaman) nya dikalangan kaum musyrikin Quraisy. Hal tersebut membuat orang-orang Quraisy marah dan sangat membenci Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu beserta keluarganya.

Dikarenakan bukan penduduk asli Makkah dan tidak ada kabilah Arab yang menjamin keselamatan bagi Ammar, orang-orang Quraisy merasa ringan untuk menyiksa Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu dan keluarganya. Ammar rodhiallohu anhu dan keluarganya disiksa dan dianiaya dikarenakan keimanan mereka kepada Muhammad sholallohu alaihi wasallam sebagai Rosululloh dan pengesaan kepada Alloh ta’ala. Salah satu cerita yang dikisahkan mengenai siksaan yang dialami oleh ibu Ammar bin Yasir, Sumayyah rodhiallohu anha.

Abu Jahal seorang kafir Quraisy yang seram lagi aniaya, suatu saat memakaikan baju besi kepada Sumayyah rodhiallohu anha untuk menyiksanya. Kemudian Abu Jahal membawanya di tengah-tengah tanah lapang dan diterik matahari yang sangat menyengat dan membakar. Di sana, Sumayyah dianiaya oleh Abu Jahal, dengan pemaksaan untuk kembali kepada agama nenek moyang. Akan tetapi, manisnya iman telah merasuk di dalam hati Ibu Ammar bin Yasir rodhiallohu anha, sehingga ia tetap bersabar dan menahan siksa yang menimpanya.

Kesabaran Sumayyah rodhiallohu anha membuat kesal dan putus asa Abu Jahal. Dia pun naik pitam dan mencoba mengambil tombak, lalu menancapkannya pada tubuh Sumayyah rodhiallohu anha. Akhirnya beliau pun wafat dalam keadaan syahid.

Dalam kitab ‘Usudhu al-Ghobah’, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqolani rohimahulloh mengatakan, “Abu Jahal menusuk Sumayyah rodhiallohu anha dengan tombak yang ada ditangannya pada kemaluannya hingga meninggal dunia. Beliau adalah orang yang mati syahid pertama dalam Islam, beliau dibunuh sebelum hijrah, dan beliau termasuk di antara orang yang memperlihatkan keislamannya secara terang-terangan pada awal datangnya Islam.”

Siksaan dan rintangan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir Quraisy kepada keluarga Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu bertubi-tubi, sehingga Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam ketika melewati mereka yang sedang disiksa merasa sedih dan tidak memiliki kekuatan untuk menolongnya. Rosululloh sholallohu alaihi wasallam pun mengabarkan kepada Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu dan keluarganya dengan bersabda:

صَبْرًا يَا آلَ يَاسِرٍ فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ

“Bersabar wahai Keluarga Yasir, sesungguhnya surga adalah tempat kembali kalian.”

Dikisahkan oleh Amr bin Maimun rodhiallohu anhu: orang-orang musyrikin menyiksa Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu dengan api yang menyala-nyala. Di pertengahan kejadian itu, Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam melawatinya, beliau mengusap kepalanya denga tangan, dan berdoa:

يَا نَارُ كُونِيْ بَرْداً وَسَلاَماً عَلَى عَمَّارٍ كَمَا كُنْتِ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ

“Wahai api, jadilah engkau dingin dan menyelamatkan pada Ammar, sebagaimana dahulu engkau (bersikap) pada Ibrohim.”

Sabar dalam memegang kebenaran sangat sulit, akan tetapi pahala yang dijanjikan bagi orang yang sabar jauh lebih besar dan berharga, sehingga rintangan yang menghalangi keimanan seakan tak menyakitkan. Kalau kita amati dan cermati, sungguh keluarga Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu mendapatkan anugerah besar yang berupa surga, dengan bersabar dari rintangan kaum Musyrikin selama di Makkah sebelum hijrah ke Madinah, subhanalloh.. , semoga kesabaran keluarga Ammar bin Yasir rodhiallohu anhu menjadi teladan dalam kehidupan kita semua, amin, Wallohu ta’ala a’lam….

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05