Kementerian Agama menyatakan idealnya setiap desa mempunyai penyuluh agama, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bimbingan keagamaan secara maksimal. Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Juraidi, mengatakan saat ini jumlah penyuluh agama masih terbilang sedikit, yaitu hanya sekitar 45 ribuan penyuluh agama yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menjurut Juraidi, jumlah penyuluh agama idealnya ada satu orang di setiap desa. Sehingga diharapkan bisa memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, sekaligus membentengi masyarakat dari paham-paham keagamaan bermasalah. Hal ini sebagaimana diungkapkan Juraidi kepada media hari senin kemarin.
Juraidi juga menjelaskan penyuluh agama memiliki peranan penting di kalangan akar rumput. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun menyebut bahwa penyuluh agama merupakan ujung tombak Kemenag. Karena, penyuluh agama berperan sebagai teladan, panutan, sekaligus sebagai rujukan dan tempat bertanya masyarakat tentang hal ihwal keagamaan.
Dalam bekerja, para penyuluh agama ini diberikan kategorisasi atau penugasan masing-masing. Di antaranya ada penyuluh masalah kerukunan, penyuluh berantas buta Alquran, radikalisme, pengentasan atau pencegahan narkoba, dan penyuluh produk halal. (republika/fajrifm)

%d bloggers like this: