Kementerian Agama mendukung Majelis Ulama Indonesia Pusat untuk membentuk lembaga pusat dakwah yang baru, yaitu Pusat Pengembangan Dakwah Islam atau PPDI. Dukungan ini dilontarkan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin.

Amin mengungkapkan, dengan adanya program ini, ia atas nama Dirjen Bimas Islam berharap terjadinya sinergitas antara Kementerian Agama khususnya Direktorat jenderal Bimas Islam dan MUI, semakin baik dan erat.

Dia menuturkan, tahun depan Kemenag memang ingin mengembalikan program dakwah yang sempat hilang tiga tahun belakangan, yaitu program pelatihan dai muda. Menurut dia, pihaknya pun sudah menyediakan anggaran untuk program itu.

Tahun 2019, Kemenag sudah menganggarkan untuk pelatihan sebanyak 680 calon dai muda dan 20 orang setiap provinsi.

Untuk menggelar pelatihan itu, Kemenag akan bersinergi dengan MUI. Selama ini, kata dia, Ditjen Bimas Islam biasanya juga bersinergi dengan Komisi Dakwah MUI yang diketuai Kyai Haji Kholil Nafis.

Amin menambahkan, munculnya wacana pembentukan lembaga pusat dakwah itu pasti tidak terlepas kaitannya dengan pembinaan generasi muda. Pasalnya, selama ini para mubaligh itu banyak yang muncul sendiri tanpa melalui proses pelatihan atau penggodokan.

Sebelumnya, Ketua Komisi Dakwah MUI, Kyai Haji Kholil Nafis mengatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan PPDI dalam waktu dekat. Saat ini, pihaknya masih menunggu keluarnya surat keputusan.(red/Republika)