Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Profesor Muhammadiyah Amin mengatakan, bahwa selama ini pihaknya telah melakukan pengadaan Al Quran untuk umat Islam. Namun, dia mengakui, bahwa saat ini pihaknya belum bisa memenuhi semua kebutuhan mushaf Al Quran di masjid seluruh Indonesia.

Amin mengatakan, pada tahun 2017 Kemenag telah mencetak lagi 120 ribu mushaf Al Quran standar Indonesia di Gedung Unit Pencetak Al Quran Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Karena itu, dia mengimbau, kepada pengurus masjid atau pun yayasan yang merasa kekurangan Al Quran untuk segera mengajukan proposal permohonan.

Menurut dia, selama persediaan mushaf Al Quran yang telah dicetak masih ada, masyarakat dipersilahkan untuk mengajukan permohonan sesuai persyaratan. Setelah itu, bisa langsung diambil ke Gedung Unit Pencetak Al Quran Ciawi, Bogor.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia,  Imam Addaruqutni mengungkapkan, bahwa ketersediaan Al Quran di masjid-masjid di Indonesia masih belum cukup untuk umat Islam. Karena itu, ia meminta kepada Kementerian Agama untuk menggencarkan pengadaan Al Quran di masjid, khususnya di daerah-daerah.

(republika.co.id)