Pergaulan merupakan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang tak mungkin hidup sendirian. Manusia  juga memiliki sifat tolong-menolong dan saling membutuhkan satu sama lainnya. Interaksi dengan sesama manusia juga menciptakan kemaslahatan besar bagi manusia itu sendiri dan juga lingkungannya. Berorganisasi, bersekolah dan bekerja meruipakan contoh-contoh aktivitas bermanfaat besar yang melibatkan pergaulan antara manusia.

Namun, pergaulan tanpa dibentengi iman yang kokoh akan mudah membuat seorang muslim terjerumus. Kita lihat di zaman sekarang. Betapa banyak kejadian tak bermoral yang membuat kita mengelus dada.  Pergaulan bebas, video mesum, pemerkosaan dan perilaku menyimpang lainnya. Semua itu bersumber dari pergaulan yang salah dan tidak dilandaskan pada kepatuhan terhadap ajaran Al-Qur’an yang mengatur soal pergaulan Islami. Lebih khusus pergaulan yang dijalin antara laki-laki dan perempuan.

Di dalam hubungan antara manusia, Islam telah mengatur adab dan etika terhadap pergaulan dengan lawan jenis. Adab pergaulan dengan lawan jenis ini dibutuhkan oleh setiap manusia demi meraih ridho dan kecintaan Alloh subhanahu wa ta’ala.

Terutama bila laki-laki dan perempuan yang telah beranjak dewasa, diperlukan suatu batasan-batasan yang harus dipahami. Seorang Muslim yang beriman tidak mencintai selain karena Alloh subhanahu wa ta’ala. Ia tidak mencintai kecuali apa yang dicintai Alloh dan Rosul-Nya. Begitupun bila ia membenci, ia tidak membenci kecuali apa yang dibenci Alloh dan Rosul-Nya. Dalilnya ialah sabda Rosululloh sholallohu alaihi wasallam, “Barangsiapa mencintai karena Alloh, membenci karena Alloh, memberi karena Alloh, dan menahan pemberian karena Alloh, sungguh ia telah menyempurnakan imannya.” (HR. Abu Dawud)

Poin inilah yang sering tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Mereka bergaul dengan lawan jenis semaunya sendiri tanpa aturan, sehingga peluang terjatuh kepada perzinahan dan perbuatan maksiat lainnya sangat besar. Oleh karena itu, wajarlah jika dewasa ini praktek-praktek nikah karena “kecelakaan” sudah bukan hal yang asing di tengah-tengah kita, atau yang biasa disebut Married By Accident (MBA).

Lantas, bagaimana solusi yang tepat untuk menanggulangi problem ini? Beberapa poin di bawah ini diharapkan bisa menjadi solusi praktis untuk digunakan dalam mencegah peluang terjadinya perzinahan.

1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis dan menjauhi semua tayangan atau bacaan yang mesum

Alloh ta’ala berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendaklah mereka mendudukan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nur [24]: 30)

“Dan katakanlah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka mendudukan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nur [24]: 31)

Cara ini cukup efektif untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat khususnya perbuatan zina. Karena unsur yang mendorong seseorang melakukan perzinahan adalah biasanya diawali dengan pandangan mata. Jika sudah tertarik, maka setan semakin menghembuskan untuk bertindak lebih jauh lagi.

2. Tidak berdua-duaan / Khalwat

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Inipun menjadi benteng yang cukup ampuh untuk menghindarkan diri dari perbuatan zina.

3. Tidak menyentuh lawan jenis

Di dalam sebuah hadits, Aisyah rodhiallohu anhuma berkata, “Demi Alloh, tangan Rosululloh tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhori)

Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thobroni dengan sanda hasan)

4. Bagi perempuan dan laki-laki, hendaknya menutup aurat masing-masing

Menutup aurat bagian tubuh yang tidak boleh ditampakkan kecuali kepada mahromnya. Wanita maupun pria memiliki batasan-batasan aurat. Khusus wanita, aurat ibarat perhiasan yang sangat berharga. Ini sesuai firman Alloh subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31. Ayat tersebut memerintahkan wanita Muslimah agar tidak menampakkan perhiasan (aurat), kecuali pada suami, ayah, dan beberapa pihak lain yang termasuk dalam pengecualian. Dalam ayat tersebut, Alloh juga melarang para wanita ber-tabarruj. Tabarruj adalah berhias diri secara berlebihan, sehingga mengundang syahwat kaum Adam. Yang termasuk perilaku tabarruj juga adalah memakai wangi-wangian yang baunya dapat tercium orang lain di tempat umum. Memakai perhiasan secara berlebihan dan mencolok, itu semua termasuk tabarruj.

Demikianlah beberapa hal yang mungkin bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita masing-masing. Tujuannya adalah untuk menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan Alloh ta’ala sekaligus juga ketika kita melaksanakannya, Alloh akan memberikan pahal kepada pelakunya. Subhanalloh…

Dengan demikian, jika hal tersebut di atas sudah kita aplikasikan dalam kehidupan nyata, maka kita bisa mengatakan “Say no to MBA”..

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala senantiasa mengampuni dosa-dosa kita. Amiin


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05