Gerakan perjuangan Hamas dilaporkan telah menolak keputusan pengadilan Israel yang menutup kantor manajemen wakaf Al-Quds di areal pelataran Al-Haram Al-Quds, sebagaimana dilaporkan Pusat Informasi Palestina Sabtu (09/09/2017) kemarin.

Juru bicara gerakan Hamas Palestina, Fawzi Barhoum mengatakan dalam sebuah pernyataan persnya bahwa keputusan Israel tersebut tidak dapat diterima. Tindakan Israel ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kedudukan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.

Barhoum menegaskan bahwa rakyat berhak melakukan perlawanan demi melindungi tanah dan tempat suci mereka. Siapapun tidak mungkin menerima pendudukan atau penjajahan yang Israel rencanakan.

Barhoum meminta Muslim Palestina di Al-Quds menolak keputusan tersebut. Ia juga mendesak agar rakyat Palestina mengintensifkan upaya perlawanan dengan segenap kekuatan untuk menghadapi rencana agresif ini dengan mengadopsi strategi terpadu dalam rangka melindungi Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.

(islampos.com)