Pemerintah Berlin memutuskan untuk membatalkan pertemuan tingkat tinggi Jerman dengan Israel yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Keputusan ini diambil Kanselir Angela Merkel menanggapi disahkanya Undang-Undang Pemutihan Pemukiman Ilegal pada pekan kemarin.

Rencananya Konferensi Tingkat Tinggi tersebut akan diselenggarakan di kota Al Quds pada tanggal  10 sampai tanggal  11 Mei. Konferensi tersebut akan mempertemukan Kanselir Angela Merkel dengan Perdana Menteri  Benjamin Netanyahu, serta pejabat tinggi negara lainnya dari kedua negara.

Sumber terpercaya di surat kabar Haaretz memperkirakan pembatalan Konferensi oleh pihak Jerman akan di ikuti dengan langkah diplomatik lanjutan.

Undang-undang pemutihan pemukiman baru Israel yang disahkan pada pekan kemarin telah melegalkan lebih dari 6 ribu pemukiman Yahudi di wilayah tanah Palestina, dan memaksa warga yang dirampas tanahnya menerima ganti rugi atau pertukaran lahan.

(Eramuslim)