Erlan di bekasi… assalammu’alaikum pa ustad mau tanya kalau mau kurban masalah jenis kelamin hewan harus lelaki atau perempuan? dan kurban sapi kalau kita patungan harus 7 orng, ada hadisnya ngga pak ustad ?

Jawaban :

Tidak ada ketentuan jenis kelamin hewan kurban. Sehingga boleh berkurban dengan hewan jantan maupun betina. Dalilnya, hadits dari Umu Kurzin rodhiallohu anhu, Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Akikah untuk anak laki-laki dua kambing dan anak perempuan satu kambing. Tidak jadi masalah jantan maupun betina.” (HR. Ahmad)

Berdasarkan hadis ini, As Sayrazi As Syafi’i mengatakan,  “Jika dibolehkan menggunakan hewan betina ketika akikah berdasarkan hadis ini, menunjukkan bahwa hal ini juga boleh untuk berkurban.”

Hanya saja, bagi Anda yang mampu membeli hewan jantan, sebaiknya tidak berkurban dengan betina. Mengingat hewan jantan umumnya lebih mahal dan lebih bagus dari pada betina. Sementara kita disyariatkan agar memilih hewan sebaik mungkin untuk kurban. Sehingga pahalanya lebih besar. Allah  berfirman:

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Siapa yang mengagungkan syiar Allah, maka itu menunjukkan ketakwaan hati.” (Q.s. Al-Haj: 32)

Ibn Abbas mengatakan, “Mengagungkan syiar Allah (dalam berkurban) adalah dengan mencari yang paling gemuk dan paling bagus.” 

Tidak mengapa berkurban unta dan sapi dengan cara patungan/iuran/ditanggung bersama  antara 2 orang, 3, 5, 6 dan maksimal sampai 7 (tujuh) orang, tanpa membedakan apakah anggota yang berpatungan itu satu rumah ataukah berbeda rumah, memiliki hubungan kerabat  maupun tidak. Semuanya sah selama hewan yang dikurbankan adalah unta atau sapi. Adapun jika hewan yang dikurbankan adalah kambing, maka hanya boleh untuk satu orang dan tidak sah jika dengan cara patungan. Terkait orang yang diikutkan/diserikatkan  dalam pahala, maka tidak ada batasan. Boleh  tujuh orang, sepuluh, seratus, sampai tak terbatas.

Yang dimaksud dengan patungan berkurban di sini adalah kesepakatan sejumlah orang  untuk bersama-sama membeli hewan kurban, kemudian hewan tersebut disembelih atas nama  mereka dengan niat berkurban. Mereka membeli hewan kurban itu dengan harta masing-masing sehingga kepemilikkan atas hewan kurban itu adalah kepemilikan bersama. Jika yang melakukan patungan adalah 5 orang, maka kepemilikan hewan kurban bagi masing-masing anggota adalah 1/5 hewan kurban tersebut, jika yang berpatungan 6 berarti kepemilikan masing-masing 1/6, jika yang berpatungan 7 orang berarti kepemilikan masing -masing 1/7 dan seterusnya. Berkurban dengan cara patungan seperti ini adalah berkurban yang sah selama hewan yang dikurbankan adalah unta atau sapi, dan anggota yang berpatungan maksimal berjumlah 7 (tujuh).

Dalil yang menunjukkan keabsahannya adalah hadis berikut ini;

“Dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair bahwa ia mendengar Jabir bin Abdullah berkata; “Kami bersekutu bersama Nabi sholallohu alaihi wasallam di dalam haji dan umrah, yakni tujuh orang berkurban seekor Badanah (unta  yang  disiapkan untuk kurban saat haji) atau seekor Sapi.” Kemudian seorang laki-laki bertanya kepada Jabir, “Bolehkah bersekutu dalam Jazur (unta yang sudah siap disembelih) sebagaimana bolehnya bersekutu dalam Badanah (unta  yang  disiapkan untuk kurban saat haji) atau sapi?” Jabir menjawab, “Jazur itu sudah termasuk Badanah.” Jabir juga turut serta dalam peristiwa Hudaibiyah. Ia berkata, “Di hari itu, kami menyembelih tujuh puluh ekor Badanah. Setiap tujuh orang dari kami bersekutu untuk kurban seekor Badanah.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan dengan jelas bahwa berkurban unta bisa dilakukan dengan patungan sampai dengan tujuh orang. Badanah bermakna unta yang disiapkan untuk dikurbankan dalam Haji, sedangkan Jazur bermakna unta yang disiapkan untuk disembelih. Setiap Badanah  mestilah Jazur.

Dalil yang lain adalah hadis berikut ini;

“Dari Hudzaifah berkata; Rasulullah sholallohu alaihi wasallam mensarikatkan  tujuh orang diantara kaum muslimin untuk satu ekor sapi saat beliau haji.” (H.R Ahmad)

Hadis ini juga cukup jelas menunjukkan bahwa sapi bisa dikurbankan dengan cara patungan sampai dengan tujuh orang.

Wallahu A’lam

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM

Dukung Radio Fajri dengan menjadi DONATUR, Pembiayaan dan Pengembangan Dakwah Islam Melalui Radio Fajri dengan Berdonasi di No. Rek. A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani :

Bank Syariah mandiri   : 7068-790-268

Bank Muamalat              : 121-007-6294

Bank BNI Syariah           : 033-596-2322

Bank BCA                          : 095-319-5957

Bank BRI Syariah            : 2102-100-993

 

Informasi dan Konfirmasi:

Tlp. WA                      : 0852 1820 8707