MOSUL (voa-islam.com) – Laman mingguan Inggris, The Sunday Times menyatakan Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) merencanakan merebut pusat nuklir Iran, dan menyerukan kepada para pejuangnya melaksanakan perang semesta melawan rezim syiah Iran. Bukan hanya itu, ISIS juga menyerukan para pejuangnya untuk membantu mencapai tujuan perjuangan mereka dalam perang, yang dituangkan dalam sebuah manifesto, yang ditulis oleh Abdullah Ahmed al-Meshedani, anggota ‘Komite Tertinggi ISIS’ yang sangat rahasia, yang terdiri dari enam orang tokoh ISIS, yang disebut kabinet perang.

Dalam dokumen, yang telah diteliti oleh pejabat keamanan Barat – yang dipercaya keotentikannya itu- Meshedani menulis bahwa ISIS bertujuan memperoleh senjata nuklir. Dimana Manifesto itu mengatakan bahwa Moskow harus meninggalkan dukungannya kepada Presiden syiah Suriah Bashar al-Assad, dan kembali mendukung negara-negara Teluk untuk menghadapi rezim syiah Iran. Dokumen itu juga mencakup 70 rencana yang berbeda, dan sebagai langkah melancarkan kampanye baru dari pembersihan unsur-unsur ‘kafir’, serta bertujuan untuk mengkonsolidasikan kekuasaan “Khilafah Islam”, dan menghancurkan “semua kekuatan” Syiah Iran dan otoritas Syiah di Irak.

Perlu diingat bahwa Sekarang pejuang ISIS hanya berjarak satu kolimeter dari kota Kobane, yang menjadi pusat kekuatan komunis Kurdi. Perang dahsyatpun terus berkecamuk. Sementara bantuan Barat, tak dapat menolong mereka yang menentang ISIS.