Ayu di Dramaga..pak ustad bgaimn hukumy orang yg beritikaf digunung puyuh dan gnung ceremai selama 1 bulan lebih dan yang dia baca shalawat dan berzdikir.saya tidak mengerti pak ustadz teman saya melakukan itu bagaimana hukumnya. terimakasi atas jawabanny pak ustadz.

Jawaban :

Tidak ada ajaran Islam yang memerintahkan apa yang dilakukan orang tersebut. Yakni, beriktikaf di gunung puyuh dan segala macam gunung yang lain. Yang ada, kita dianjurkan untuk beriktikaf di masjid, itu yang lebih utama. ’tikaf  disyari’atkan berdasarkan dalil dari Al Quran, sunnah, dan ijma’. Berikut dalil-dalil pensyari’atannya.

  • Dalil dari Al Quran

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” (Al Baqarah: 125).

Kemudian firman Allah subhanahu wa ta’ala :

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid.” (Al Baqarah: 187).

Penyandaran i’tikaf kepada masjid yang khusus digunakan untuk beribadah dan perintah untuk tidak bercampur dengan istri dikarenakan sedang beri’tikaf merupakan indikasi bahwa i’tikaf merupakan ibadah.

  • Dalil dari sunnah

Hadits dari Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah rodhiallohu anha, beliau mengatakan,

“Nabi sholallohu alaihi wasallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” ( HR. Bukhari & Muslim )

Kemudian hadits dari sahabat Ibnu ‘Umar rodhiallohu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Rasulullah sholallohu alaihi wasallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” ( HR. Bukhari & Muslim )

Dengan demikian, yang dibenarkan adalah iktikaf di masjid bukan di gunung.

Wallahu A’lam

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05