Sepanjang hidupnya, hati seseorang akan selalu berbolak-balik keadaannya antara keras dan lembut. Ketika kekerasan demi kekerasan ditambah berbagai maksiat yang menerpanya bertubi-tubi, ia akan mengeras. Akan tetapi ketika seseorang meningkatkan ketaatannya kepada Alloh, iapun melembut kembali.

Faktor utama penyebab kerasnya hati ialah lalai dari Alloh. Ketika hati terperosok dalam ‘Kubangan dosa’, seseorang tidak boleh menyerah begitu saja; bahkan ia wajib cepat-cepat ‘mencucinya’ dari setiap noda yang melekat padanya. Yaitu dengan kembali (taubat) kepada Alloh disertai ketundukan yang penuh.

Alloh subhanahu wa ta’ala memuji Nabi Ibrohim alaihissallam Khalil-Nya, yang selalu kembali setiap saat sembari menghiba kepada-Nya; Ia berfirman:

“Sesungguhnya Ibrohim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Alloh.” (QS. Hud: 75)

Di antara cara untuk mengobati kekerasan hati ialah:

1. Memperbanyak Dzikrulloh

Dzikir akan membawa ketentraman, dan memancarkan kewibawaan. Di samping itu, dzikrulloh membuat seseorang merasa senantiasa diawasi Alloh sehingga selalu meningkatkan ibadahnya, rasa kembali kepada-Nya, dan semakin dekat dengan-Nya; yang pada akhirnya akan menyelamatkan dia dari siksa Alloh.

Makhul Asy-Syaami – salah seorang salaf ahli tafsir – pernah berkata; “Mengingat Alloh (dzikrulloh) adalah obat; sedang mengingat manusia adalah penyakit.”

Suatu ketika ada orang yang menghampiri Hasan Al-Bashri seraya berkata kepadanya: “Aku mengeluh akan hatiku yang keras…“, maka jawab beliau: “Lunakkan ia dengan dzikrulloh.”

Dengan dzikrulloh, derajat seseorang terangkat, dosa-dosanya terampuni, setiap bahaya yang mengancamnya akan terjauhkan, dan semua kesedihannya teratasi.

Dengan dzikrulloh, semua musibah terasa ringan. Dada terasa lapang dan hatipun senantiasa tenteram.

Alloh berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’du: 28)

Wasiat Rosululloh sholallohu alihi wasallam kepada salah seorang sahabat yang minta wasiat dari beliau, sabdanya:

“Usahakan agar bibirmu senantiasa basah dengan dzikrulloh…” (HR. At-Tirmidzi).

Dengan dzikrulloh hati akan menjadi hidup; Nabi sholallohu alihi wasallam bersabda:

“Perumpamaan antara orang yang mengingat Robb-Nya dengan orang yang tidak mengingat Robb-Nya, ibarat orang mati dengan orang hidup.” (HR. Bukhori)

Siapapun yang mengerti betul akan kebesaran Alloh ta’ala, pasti akan banyak mengingat-Nya; dan banyak mengingat Alloh merupakan pertanda ketulusannya keimanan.

2. Memelihara Anggota Badan dari Maksiat

Contohnya memelihara pendengaran dari mendengarkan lagu-lagu dan ghibah. Kemudian menjaga penglihatan dari memandang apa-apa yang tidak halal untuk dilihat, dan menjaga lisan dari berbohong dan berdusta.

3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an dengan Tafsirnya

Dalam al-Qur’an terkandung banyak nasehat dan pelajarang berharga. Padanya terdapat ancaman sekaligus janji kebaikan. Orang yang sekedar membaca al-Qur’an mungkin tidak mampu menangkap makna-makna tadi, kecuali bila ia merenungkan ayat-ayat itu dengan membaca tafsir atau penjelasan maknanya.

4. Menghadiri Majelis Taklim Orang yang Berilmu

Berkumpul dengan orang-orang sholeh sambil mendegarkan ceramah orang berilmu dapat mengantarkan Anda ke jalan akhirat, dan membuat zuhud terhadap dunia yang fana ini.

5. Membaca Buku-buku Tulisan para Ulama

Menelaah pustaka peninggalan para ulama akan menambah rasa takut kepada Alloh. Ketika anda membaca tulisan seorang yang alim lagi pandai beramal, berarti Anda sedang membaca karya seseorang yang dipuji oleh Alloh sebagai orang yang takut kepada-Nya; Alloh berfirman:

“Sesungguhnya yang takut kepada Alloh di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama.” (QS. Faathir: 28)

Karena itu pantaslah kalau ada orang yang membaca tulisan mereka – yang takut kepada Alloh – jadi terwarnai oleh sifat-sifat mereka.

6. Ziarah Kubur

Ziarah kubur termasuk salah satu sunnah Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Kubur merupakan bukti paling jelas akan singkatnya kehidupan ini, dan mengajarkan kepada manusia agar jangan terlena oleh angan-angan yang panjang. Alangkah banyak air mata yang membasahi pipi orang-orang sholeh tatkala mereka menziarahi kubur. Itu semua akibat rasa takut kepada Alloh, ketika terbayang-bayang akan tempat kembali mereka setelah mati. Memang tepat apa yang dikatakan Rosululloh sholallohu alihi wasallam tentangnya:

“Ziarahilah kuburan, karena ia akan mengingatkan kalian pada negeri akhirat.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05