Dari Hamba Alloh di Bogor,

Assalamu’alaikum pa ustadz, saya bekerja di sebuah hotel, yang di dalamnya terdapat maksiat. Apakah gaji yang saya dapatkan itu halal? Apakah saya harus mencari pekerjaan lain karena selama ini saya bimbang dengan uang saya dapatkan itu halal ataukah haram?

Jawaban:

Hukum asal bekerja disebuah hotel atau penginapan adalah boleh selama tidak ada kemaksiatan didalamnya. Sebab sebagian penginapan atau hotel menyediakan hal-hal yang diharamkan, seperti minuman keras baik dalam bumbu masakan atau di perjualbelikan secara langsung.

Padahal sesungguhnya khomar (minuman keras atau minuman memabukkan) benar-benar diharamkan dalam Islam. Keharamannya sudah sampai tingkat disepakati yang setiap muslim tidak boleh jahil darinya. Hadits Nabi sholallohu alaihi wasallam memasukkannya sebagai ummul khabaits atau induk segala keburukan. (HR. al-Thobroni)

Karena bahayanya yang luar biasa, maka setiap aktifitas yang bersinggungan dengannya diharamkan. Bahkan diancam laknat dari Alloh subhanahu wa ta’ala. Diriwayatkan dari Ibnu Umar rodhiallohu anhu, Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda,

Alloh telah melaknat khomar dan melaknat pula peminumnya, orang yang menuangkannya, pemerasnya, yang minta diperaskan, penjualnya, pembelinya, pembawanya, yang dibawakan kepadanya, dan pemakan hasilnya.(HR. Ahmad dan Abu Dawud, shohih)

Al-Tirmidzi meriwayatkan hadits Anas bin Malik rodhiallohu anhu yang berkata:

Rosululloh melaknat sepuluh orang dalam urusan khomar (minuman memabukkan): orang yang memerasnya, meminta diperaskan, yang meminumnya, yang membawakannya, yang minta dibawakan, yang menuangkannya, penjualnya, pemakan hasilnya, pembelinya, dan yang minta dibelikan.

Selain itu sebagian hotel juga mempersilahkan pasangan yang belum menikah untuk memasuki kamar hotel mereka, bahkan bukan hanya tidak memperhatikan pasangan yang masuk ke hotel mereka adalah pasangan yang sah atau tidak, sebagian hotel pun memfasilitasi pasangan mesum tersebut untuk melakukan kemaksiatan di dalam hotel. Padahal bukan hanya perzinahan, namun hal-hal yang menjadi pengantar zina pun telah dilarang dan diharamkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“..dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isroo [17]: 32)

Maka orang yang berkerja di hotel-hotel yang menjual khomar (minuman keras atau minuman memabukkan) atau hotel yang mempersilahkan pasangan bukan nikah untuk masuk ke kamarnya pastinya tidak terlepas dari interaksi dengannya; seperti menjaganya, memasukkanya dalam daftar, melayani pelanggannya, menerima pembayaran dari pembelinya/penyewanya dan selainnya. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh bekerja di tempat seperti itu karena adanya unsur tolong menolong dalam perbuatan dosa dan melampaui batas, serta adanya kewajiban mengingkari terhadap kemungkaran yang dilakukan didalamnya. Padahal Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda,

Siapa yang melihat kemungkaran hendaknya merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya dan itu selemah-lemahnya iman.(HR. Muslim)

Bentuk ingkar dengan hati memiliki syaratnya, yaitu meninggalkan tempat kemungkaran. Sebagaimana firman Alloh subhanahu wa ta’ala,

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Dan sungguh Alloh telah menurunkan kepada kalian di dalam Al Qur’an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Alloh diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kalian duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kalian berbuat demikian), tentulah kalian serupa dengan mereka.  Sesungguhnya Alloh akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam.” (QS. Al-Nisa’ [4]: 140)

Imam al-Qurthubi berkata: “firman Alloh Ta’ala (janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain) maksudnya; selain kekufuran. (Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka): Dengan ini menjadi dalil wajibnya menjauhi pelaku kemaksiatan apabila telah nampak kemungkaran mereka; karena orang yang tidak menjauhi mereka berarti telah ridha terhadap perbuatan mereka. Sedangkan ridho terhadap kekufuran adalah (perbuatan) kufur.” Demikian perkataan Imam al-Qurthubi rohimahulloh.

Oleh sebab itu, seorag muslim tidak boleh (haram) berkerja di hotel yang menyediakan dan menjual khomar atau hotel yang menyediakan ruang untuk pasangan zina atau kemaksiatan lainnya yang biasa terjadi di dalam hotel. Hendaknya anda mencari pekerjaan yang mubah selain itu dan harus yakin, rizki dari Alloh. Alloh tidak akan menelantarkan hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Alloh, pasti Alloh memberi ganti yang lebih baik dari apa yang ditinggalkannya.

Diriwayatkan dari Abu Qatadah dan Abu Dahma’ rodhiallohu anhu, keduanya berkata: Kami mendatangi seorang laki-laki badui, lalu kami berkata kepadanya; “Apakah kamu pernah mendengar sesuatu dari Rosululloh sholallohu alaihi wasallam?” Ia menjawab, “Ya. Aku mendengar beliau bersabda:

Sesungguhnya, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Alloh, kecuali Alloh memberi ganti yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad, shohih)

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala segera memberikan jalan keluar atas permasalahan yang Anda hadapi dan memberikan pekerjaan yang lebih baik. Wallohu a’lam.

 

Dijawab oleh Tim Lajnah Ilmiah Radio Fajri


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05