Hamas secara tegas menolak rencana “perdamaian” usulan Amerika Serikat karena tidak menguntungkan bagi bangsa Palestina. Petinggi Hamas Moussa Abu Marzouk mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak pernah bersatu dalam proyek apapun, kecuali perlawanan terhadap penjajahan.

Pernyataan Musa tersebut untuk mengomentari laporan media tentang rencana perdamaian yang diusulkan Amerika serikat. Rencana itu seolah-olah dimaksudkan untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina yang berlangsung puluhan tahun.

Bulan lalu, Anadolu Agency mengungkapkan rincian rencana Amerika Serikat untuk proyek perdamaian. Dalam misi tersebut disebutkan seluruh kota Yerusalem dan blok-blok permukiman besar ke Israel akan dicaplok sebagai ganti pendirian sebuah negara Palestina yang didemiliterisasi.

Rencana itu juga menyebutkan, Abu Dis, yang berbatasan dengan Yerusalem, sebagai ibu kota sebuah negara Palestina masa depan, bukan Yerusalem Timur. Padahal rakyat Palestina berharap bahwa kota tersebut pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.

(kiblat.net)