Oleh: Ust. Umar Muhsin, Lc., M.Pd.I.

Syirik merupakan sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan sering kita dengar dari masyarakat sebuah kalimat, “syirik tanda tak mampu”. Namun tahukah anda apakah makna syirik yang sebenarnya dalam Islam?

Syirik adalah menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala dalam rububiyah (perbuatan-perbuatan Allah), uluhiyah (peribadahan) dan asma’ wa sifat-Nya (nama-nama dan sifat-Nya). Apabila seorang manusia meyakini bahwa ada yang menciptakan alam semesta selain Allah, maka dia seorang musyrik.

Barangsiapa yang meyakini bahwa ada yang berhak disembah selain Allah azza wa jalla, maka dia juga seorang musyrik.

Dan Barangsiapa yang meyakini bahwa Allah serupa dengan makhluk-Nya pada asma’ dan sifat-Nya, maka dia juga seorang musyrik.

Karena begitu besar bahaya syirik ini, maka siapa saja yang  berjumpa dengan Allah subhanahu wa ta’ala dalam keadaan musyrik maka Allah tidak akan mengampuninya, seperti dalam firman-Nya,

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.(QS. An-Nisaa’: 48)

Selain itu Syirik kepada Allah subhanahu wa ta’ala juga merupakan dosa terbesar, dari seluruh dosa yang ada. Siapa saja yang menyembah selain Allah berarti dia telah meletakkan ibadah di tempat yang salah, dan memalingkannya kepada yang tidak berhak. Hal itu adalah kezaliman yang besar, seperti firman Allah,

Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Masih mengenai hal ini, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga pernah bersabda,

Maukah kalian aku bertahukan dosa yang terbesar? (beliau mengatakan sebanyak) Tiga kali. Mereka menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Perbuatan syirik dapat menggugurkan semua amal sholeh yang telah dikerjakan oleh seseorang bahkan bisa dipastikan jika ia mati dalam keadaan menyekutukan Allah, maka ia termasuk orang yang paling rugi di dunia dan akhirat. Allah ta’ala berfirman:

Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.(QS. Az-Zumar: 65)

Syirik merupakan seburuk-buruk perbuatan dosa. Oleh karena itu Allah ta’ala menyebut orang-orang musyrik sebagai orang-orang yang sesat. Allah azza wa jalla berfirman,

Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 116)

Dan lebih dari itu semua, Allah juga membuat perumpamaan yang amat buruk bagi orang-orang musyrik. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.(QS. Al-Hajj: 31)

Dari sekian banyak bahaya dan buruknya syirik, sudah barang tentu, balasan yang Allah subhanahu wa ta’ala sediakan untuk orang-orang yang berbuat syirik pun sangatlah dahsyat, yaitu siksa api neraka yang sangat pedih selama-lamanya. Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal ini, di antaranya adalah Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(QS. Al-Bayyinah: 6)

Bukan hanya itu, orang yang menyekutukan Allah juga diharamkan masuk surge walaupun sebentar saja. Allah ta’ala berfirman,

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah: 72)

Selain itu Nabi shalallahu alaihi wasallam juga bersabda mengenai balasan orang-orang musyrik, dengan sabdanya,

Barangsiapa yang meninggal dunia, sedangkan dia berdoa kepada sekutu dari selain Allah, niscaya dia masuk neraka.(Muttafaqun ‘alaih)

Pendengar yang budiman, sebenarnya dasar dari semua bahaya syirik  yang amat menakutkan ini adalah bergantung kepada selain Allah. Barangsiapa yang bergantung kepada selain Allah, niscaya Allah akan berlepas diri darinya, menghinakan dan menyiksanya kepada sesuatu yang dia bertawakkal kepadanya. Maka dari itu Jadilah orang yang musyrik itu tercela, tidak ada pujian baginya, terhina, tidak ada penolong baginya, seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Janganlah kalian jadikan tuhan-tuhan lain yang kalian sembah di samping Allah, agar kalian tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).” (QS. Al-Isro: 22)

Mengenai macam-macam syirik, Syirik terbagi menjadi dua; syirik besar dan syirik kecil. Kemudian Di antara macam-macam syirik besar adalah,

Pertama, Syirik dalam takut.

Yaitu takut selain Allah subhanahu wa ta’ala, seperti takut kepada berhala, patung thagut, mayat, atau takut terhadap yang gaib atau kasat mata, dari bangsa jin atau manusia. Kaum musyrikin menganggap semua itu sesembahan selain Allah itu dapat memberikan mudhorot kepada mereka.

Perlu dipahami bahwa rasa takut ini termasuk tingkatan agama yang tertinggi dan teragung. Barangsiapa yang memalingkan rasa takutnya kepada selain Allah, maka sungguh dia telah menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala dengan syirik besar. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar orang yang beriman.(QS. Ali Imron: 175)

Kedua, Syirik dalam tawakkal.

Tawakkal atau bersandar kepada Allah azza wa jalla dalam segala perkara dan di semua kondisi termasuk jenis ibadah yang paling agung yang harus diikhlaskan hanya kepada Allah saja. Barangsiapa yang bertawakkal kepada selain Allah dalam perkara yang tidak ada siapapun yang bisa melakukannya selain Allah.

Seperti tawakkal kepada orang yang sudah meninggal dunia dan orang-orang yang ghoib serta yang semisal mereka dalam menolak bahaya, mendapatkan manfaat dan rizqi, berarti dia telah menyekutukan Allah dengan syirik besar. Firman Allah ta’ala:

Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakkal, jika kalian benar-benar orang yang beriman“. (QS. Al-Maidah: 23)

Ketiga, Syirik dalam mahabbah (cinta).

Cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah cinta yang konsekuensi logisnya adalah kesempurnaan merasa hina sehingga ia menjadi hamba yang taat kepada Allah. Inilah cinta yang murni hanya karena Allah. Tidak boleh menyekutukan seseorang dengan-Nya dalam mahabbah atau cinta ini.

Maka, siapa saja yang cinta kepada sesuatu seperti cintanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, berarti ia telah menjadikan sesembahan dari selain Allah dalam cinta dan mengagungkannya, dan ini termasuk syirik besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 165)

Keempat, Syirik dalam taat.

Termasuk syirik dalam taat adalah taat kepada para ulama, umara (pemerintah), pemimpin dan hakim dalam menghalalkan yang diharamkan, atau mengharamkan yang dihalalkan Allah.

Maka, siapa yang taat kepada mereka dalam hal itu, berarti dia telah menjadikan sekutu-sekutu (tandingan-tandingan) bagi Allah subhanahu wa ta’ala dalam tasyri’ (menetapkan hukum), menghalalkan dan mengharamkan. Ini termasuk syirik besar, seperti firman Allah ta’ala berikut:

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Robb-Robb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Robb ) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”(QS. At-Taubah: 31)

Demikianlah, penjelasan ringkas tentang hakikat perbuatan syirik, bahaya dan macam-macamnya. Sungguh, sangat mengerikan sekali akibat yang ditanggung oleh orang-orang yang berbuat syirik. Kesengsaraan dan kesempitan hidup di dunia dan siksa api neraka di akhirat selamanya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menghindarkan kita dari perbuatan syirik. Amin, Wallahu ta’ala a’lam…