Advokat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ismar Syarifuddin mengatakan bahwa aksi penolakan penceramah asal Riau, Ustadz Abdul Somad merupakan bentuk persekusi.

Berdasarkan penjelasan yang ia dapat dari pihak keamanan di Bali, penolakan Ustadz Somad bermula dari provokasi di media sosial. Salah satunya dari postingan seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah RI asal Bali, Arya Wedakarna. Hal itu sebagaimana diungkapkan Ismar pada hari Ahad (10/12/2017).

Menurut Ismar, pihaknya akan melaporkan sejumlah nama terkait kasus penolakan tersebut. Nama-nama tersebut masih dalam klasifikasi dan akan dilaporkan ke Mabes Polri pada Selasa (12/11/2017) mendatang.

Ia menambahkan, tindakan persekusi yang dilakukan terhadap Ustadz Abdul Somad sangat menyakitkan. Ditambah lagi, dimunculkan tuduhan-tuduhan miring seputar dirinya. Ismar menegaskan bahwa aksi persekusi tersebut adalah tindakan intoleran sesungguhnya.

(kiblat.net)