Pertanyaan: Assalamualaikum ustadz bagaimana mendapat ketenangan  dalam kehidupan? Saya setelah di ruqyah syar’iah menjadikan kehidupan saya tidak tenang, dan menjadi suka lupa ustadz? Dari Gilang di Pagelaran.

Jawaban:

Dalam kitabnya “Hayatu al Qulub” disebutkan arahan-arahan yang terdapat dalam al Qur`an dan sunnah untuk meraih ketenangan dalam kehidupan, diantaranya:

Pertama; Berkumpul dalam rangka mencari ilmu. Rosululloh bersabada:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُم الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُم اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul disebuah rumah Alloh mereka membaca Kitabullah, mempelajarinya sesama mereka, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), rahmat akan meliputi mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka dan Alloh senantiasa menyebut-nyebut mereka dihadapan malaikat yang berada di sisi-Nya.” (HR Muslim)

Yang kedua Berdoa. Rosululloh dan para sahabatnya pernah mengulang-ulang kalimat doa berikut dalam perang ahzab:

فَأَنْزِلَنْ سَكِينَةً عَلَيْنَا   وَثَبِّتْ الْأَقْدَامَ إِنْ لَاقَيْنَا

 “Maka turunkanlah ketenangan kepada kami. Serta teguhkanlah kaki-kaki kami saat kami bertemu (musuh)”

Maka Alloh memberikan mereka kemenangan dan meneguhkan mereka.

Ketiga Membaca al Qur`an. Rosululloh bersabda:

« تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ »

“Ia adalah ketenangan yang turun karena bacaan al Qur`an.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keempat Memperbanyak dzikrulloh. Alloh  berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du: 28)

Kelima Bersikap wara’ (hati-hati) dari perkara syubhat. Rosululloh bersabda:

الْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالإِثْمُ مَا لَمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَلَمْ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَإِنْ أَفْتَاكَ الْمُفْتُونَ

“Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa meresa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (mejadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad)

Keenam Jujur dalam berkata dan berbuat.

Begitu pun semua ketaatan kepada Alloh dan sikap senantiasa bersegera kepada amal shaleh adalah diantara faktor yang akan mendatangkan ketenangan kepada hati seorang mukmin. Jika kita selalu mendengar dan berusaha untuk mentaati Alloh dan rasul-Nya, maka hati kita akan kian tenang dan teguh. Demikian cara yang bisa anda jalankan semoga bermanfaat. Wallohu a’lam (admin/fu)

 

%d bloggers like this: