Durhaka kepada orang tua termasuk dalam daftar al-kabair atau dosa-dosa besar yang diancam azab yang sangat keras. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori . Bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda.

أكبرُ الكبائرِ : الإشراكُ بالله ، وقتلُ النفسِ ، وعقوقُ الوالدَيْنِ ، وقولُ الزورِ . أو قال : وشهادةُ الزورِ

“Dosa besar itu menyekutukan Allah dengan sesuatu, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa seseorang tanpa hak, dan sumpah palsu.”

Selain itu, ada hadits yang diriwayatkan Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Yang termasuk dosa besar adalah celaan seseorang terhadap kedua orang tuanya.”

Mereka bertanya. “Wahai Rasulullah, apakah ada orang yang mencela kedua orang tuanya?.”

Beliau menjawab“Ya, seseorang mencela ayah orang lain, maka berarti dia telah mencela ayahnya sendiri. Dan dia mencela ibu orang itu berarti dia telah mencela ibunya sendiri.” Hadits riwayat Bukhori dan Muslim.

Jangankan membentak dan menyakiti orang tua, tidak menanggapi panggilan orang tua saja bisa fatal akibatnya, jika orang tua tidak meridhoinya.

Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Muslim, yang menceritakan tentang kisah seorang pemuda bani Israil yang gemar beribadah. Juraij namanya.

Juraij membangun tempat ibadah dan dia selalu berada di dalamnya. Suatu saat, ibunya datang sedang dia tengah mengerjakan shalat. Sang ibu berkata, ‘Hai Juraij.’ Juraij berkata di dalam hati. ‘Ya Rabb-ku, ibuku atau aku teruskan shalatku?.’

Lalu dia meneruskan shalatnya sedang ibunya kembali pulang. Dan pada keesokan harinya ibunya datang lagi dan dia pun tengah mengerjakan shalat. Ibunya memanggil, ‘Hai Juraij.’ Juraij pun berkata di dalam hati. ‘Ya Rabb-ku, ibuku atau aku teruskan shalatku?.’ Maka ia tetap meneruskan shalatnya.

Dan pada hari berikutnya, ibunya datang lagi pada waktu Juraij tengah mengerjakan shalat. Maka ibunya pun memanggil, dan Juraij kembali seperti hari-hari sebelumnya, melanjutkan shalatnya dan tidak menghiraukan panggilan ibunya.

Maka ibunya berdo’a. ‘Ya Allah, janganlah Engkau mematikannya sehingga dia melihat wajah pelacur.’

Kemudian orang-orang Bani Israil memperbincangkan Juraij ini dan ibadahnya. Pada waktu itu ada seorang wanita pelacur yang kecantikannya menjadi idola, Pelacur itu berkata,‘Seandainya kalian menghendaki, niscaya aku sanggup menguji Juraij.’

Kemudian wanita itu datang dan mengganggu Juraij, tetapi Juraij tidak sedikit pun menoleh kepadanya.

Selanjutnya wanita itu datang kepada seorang penggembala dan menyerahkan diri kepada penggembala itu untuk dizinai. Dan penggembala kambing itu pun mau memenuhi ajakan wanita tersebut hingga akhirnya wanita itu hamil. Ketika wanita itu melahirkan seorang bayi, dia berkata,‘Bayi ini adalah hasil hubunganku dengan Juraij.’

Kemudian orang-orang Bani Israil itu datang kepada Juraij dan memaksanya untuk turun, lalu mereka menghancurkan tempat ibadahnya itu serta memukulinya. Juraij berkata,‘Mengapa kalian berbuat seperti ini?.’

Mereka menjawab,‘Engkau telah berbuat zina dengan pelacur itu sehingga dia melahirkan seorang bayi dari dirimu.’ Juraij bertanya,‘Mana bayi itu?.’

Mereka membawa anak bayi itu dan Juraij berkata, ‘Tunggu dulu, saya akan mengerjakan shalat.’

Juraij pun shalat dan setelah selesai, Juraij datang kepada bayi itu, lalu dia tekan perut bayi tersebut sambil bertanya. ‘Wahai bayi,siapakah bapakmu?.’ Bayi itu menjawab.‘Si Fulan,seorang penggembala.’

Kemudian orang-orang Bani Israil itu menerima perkataan Juraij, lalu mencium dan meminta maaf kepada Juraij seraya berkata. ‘Kami akan membangunkan sebuah tempat ibadah dari emas untukmu.’

Juraij menjawab. ‘Jangan, bangunkan kembali tempat ibadahku dari tanah seperti semula.’ Maka mereka pun membangunkan tempat ibadah untuk Juraij.”

Bahkan seorang ahli ibadah pun, terkena akibat buruk dari mengabaikan panggilan ibunya ketika mengerjakan shalat sunnah. Lalu bagaimana jadinya jika hari ini kita temukan banyak anak, yang bukan hanya mengabaikan panggilan orang tua, tapi juga berani membentak, bahkan bermain tangan.

Semoga kita terhindar dari prilaku buruk tersebut.

Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: