Sebanyak 25 kepala suku, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Muslim Papua dan Papua Barat melaksanakan manasik haji di Pondok Pesantren Nuu War Al Fatih Kaffah Nusantara atau AFKN. Mereka dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Jumat 10 Agustus malam.

Dalam program ini, para kepala suku yang terpilih mendapatkan undangan khusus dari pihak Kedubes Arab Saudi, dengan bantuan Syekh Khalid al-Hamudi, pimpinan Yayasan Al Manarah Islamiyah dan Dewan Masjid Indonesia.

Menurut Humas AFKN, Ahmad Damanik, program ini dilaksanakan setiap tahunnya untuk para kepala suku di Papua dan Papua Barat yang berdakwah untuk Islam.

Pembukaan acara manasik haji ini dilakukan oleh Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia atau Parmusi, Usamah Hisyam. Kemudian, 25 kepala suku tersebut diberi materi seputar manasik haji.

Pendiri Yayasan AFKN, Ustaz Fadhlan Garamatan, mengucap penuh syukur atas diundangnya 25 kepala suku Papua dan Papua Barat untuk berangkat haji tahun ini.

Ustaz asli Fak-Fak ini menjelaskan, pihaknya telah mendampingi mereka selama mengurus dokumen-dokumen keimigrasian di kota-kota Provinsi Papua atau Papua Barat. Pendampingan itu diperlukan, lantaran mereka berasal dari daerah-daerah yang cukup terpencil. (red/republika)