DEWAN Keamanan PBB pada hari Sabtu kemarin (22/2/2014) menyetujui dengan suara bulat sebuah resolusi tidak mengikat yang menyerukan pencabutan pengepungan di beberapa kota Suriah untuk memungkinkan konvoi bantuan kemanusiaan masuk ke negara yang dilanda perang tersebut.

Namun Moskow dan Beijing, dua dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, tidak melakukan veto pada kali ini, dan hal tersebut mengirimkan pesan yang kuat kepada rezim Syiah Bashar al-Assad.

Rusia, dengan dukungan dari Cina telah memblokir tiga resolusi sebelumnya yang bertujuan untuk menekan rezim Damaskus sejak krisis dimulai pada Maret 2011.

Resolusi  terserbut  dirancang oleh Australia, Yordania dan Luksemburg dan mendapat dukungan dari Inggris, Prancis dan Amerika Serikat, serta anggota tetap PBB lainnya.

Namun, beberapa diplomat meragukan efektivitas resolusi tanpa adanya sanksi otomatis untuk memaksa Damaskus membiarkan konvoi bantuan memiliki akses ke daerah yang sulit dijangkau. [ed.Arif/Islampos/Fajrifm.com)