Seorang terduga teroris di Indramayu, Muhammad Jefri dan istrinya ditangkap oleh Densus 88 pada 7 Februari 2018. Seakan mengingatkan kita pada kasus Siyono yang belum jua terungkap, selang tiga hari, pada 10 Februari 2018, Muhammad Jefri dipulangkan dalam kondisi tak bernyawa. Padahal yang bersangkutan masih dalam proses menjalani pemeriksaan.

Jenazah Muhammad Jefri dimakamkan di Lampung pada malam harinya. Sedangkan sampai saat ini nasib istrinya belum diketahui. Pada saat penangkapan, Densus 88 juga dikabarkan tidak berkoordinasi dengan keamanan setempat. Ditambah lagi, belum ada informasi resmi soal peran pelaku dalam aksi terorisme hingga ia meninggal.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta Muinnuddinillah Basri mempertanyakan hukum yang berlaku di Indonesia. Menurut Muin, negara seharusnya memberi perlindungan kepada warganya dari ancaman dan tekanan serta segala bentuk penganiayaan, apalagi yang menyebabkan kematian seseorang.

Karenanya, ia meminta kepada Kapolri dan Komisi Nasional HAM untuk membentuk Tim Pencari Fakta Independen yang diharapkan akan memudahkan pihak berwajib dalam mengusut sebab kematian Jefri.

(kiblat.net)