Terhitung sejak 5 Februari 2018, serangan udara pasukan Bashar Al Assad dan Rusia di Ghouta semakin intensif. Korban jiwa dan luka pun melonjak drastis.

Ghoutah, daerah yang berbatasan langsung dengan Damaskus itu dikabarkan mengalami krisis terutama soal pangan. Kondisi tersebut kini diperburuk dengan serangan udara yang semakin meningkat.

Korban jiwa dikabarkan telah mencapai lebih dari 200 jiwa termasuk puluhan anak-anak. Serangan sempat terhenti pada Sabtu (10/02/2018) yang lalu ketika ada rudal Israel yang menyasar Damaskus. Namun itu tak berlangsung lama.

Pada Sabtu malam serangan udara kembali menyasar daratan Ghouta. Akibat serangan tersebut, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Kemanusiaan melaporkan, sedikitnya Enam orang tewas dan lebih dari 50 orang mengalami luka.

Ditaksir, 400 ribu jiwa terkepung di Ghouta sejak tahun 2013. Akibat itu, lembaga kemanusiaan kesulitan untuk menyalurkan bantuan ke Ghouta Timur. Sehingga, penduduk setempat dihadapkan dengan krisis makanan dan obat-obatan.

(kiblat.net)