Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita dapati gangguan sihir menimpa keluarga muslim. Namun sayangnya banyak orang Islam sendiri yang salah dalam menanganinya. Banyak diantara mereka yang justru mengobatinya dengan cara-cara yang tidak islami. Mereka mengobati sihir dengan berbagai ritual dan persembahan yang penuh dengan kesyirikan. Atau mereka mengobati gangguan sihir dengan mendatangi tukang sihir yang dikira hebat. Padahal mengobati sihir dengan sihir atau mendatangi dukun merupakan kekufuran yang justru akan memperparah keadaan.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan seorang untuk menangani berbagai gangguan sihir saat menimpa seseorang:

  1. Sebelum memulai pengobatan hendaknya tanamkan keyakinan yang dalam bahwa Alloh subhanahu wa ta’ala adalah asy-Syafi (Yang Maha Menyembuhkan) atas segala macam penyakit. Sihir tidak bisa menimpa seseorang melainkan dengan izin Alloh, bukan semata-mata perbuatan tukang sihir. Sekali lagi yakinlah hanya Alloh subhanahu wa ta’ala yang mampu menyembuhkan.
  2. Jika ternyata ditemukan adanya jimat maka jimat itu dibakar atau dimusnahkan. Atau kita menemukan buhul tali sebagai media sihir, maka buhul tersebut dilepas bersamaan dengan membaca dzikir-dzikir di bawah ini dengan hati yang khusyuk dan selalu memohon pertolongan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala.
  • Membaca surat al-Fatihah secara berulang-ulang.
  • Membaca surat al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, dibaca 3 kali.
  • Membaca ayat Kursi (surat al Baqoroh [2]: 255) dan dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah (ayat 285 dan 286).
  • Membaca ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah kebatilan sihir, seperti surat al-A’rof [7]: 117-119, Yunus [10]: 79-82 dan Thoha [20]: 64-69.
  1. Bacakan juga kepada orang yang terkena sihir apa saja dari ayat-ayat al-Qur’an karena pada dasarnya setiap ayat al-Qur’an bisa untuk ruqyah. Hanya saja beberapa ayat atau surat seperti surat al-Baqoroh mempunyai faidah khusus. Berkaitan dengan hal tersebut Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagaimana kuburan. Sesungguhnya setan itu akan lari dari suatu rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqoroh.” (HR. Muslim)

Maksudnya, setan tidak memasuki rumah di dalam hadits tersebut bukan berarti tidak memasuki selama-lamanya. Dalam riwayat yang lain Nabi sholallohu alaihi wasallam menjelaskan bahwa setan tidak memasuki rumah yang dibacakan Surat al-Baqoroh selama tiga hari.

Nabi sholallohu alaihi wasallam juga bersabda:

“Bacalah surat al-Baqoroh. Sesungguhnya mengambilnya (membaca, menghafal, mentadabburi serta mengamalkannya) merupakan keberkahan. Dan para penyihir tidak mampu melawan (kehebatan) surat al-Baqoroh.(HR. Muslim)

  1. Selain dari membaca ruqyah dari ayat al-Qur’an, Nabi sholallohu alaihi wasallam juga mengajarkan bacaan ruqyah bagi orang yang sakit, baik medis maupun non medis seperti bacaan berikut ini:

(( الَلَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ  أَذْهِبِ البَأْسَ، إِشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءً إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَيُغَادِرُ سَقُمَا ))

“Ya Alloh Robb manusia, hilangkanlah penyakit dari hamba-Mu ini dan berilah ia kesembuhan, karena Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan dari-Mu, yaitu penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”

(( بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيئٍ يُؤْذِيْكَ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ ))

“Dengan nama Alloh aku menjampimu dari segala sesuatu yang menyakitkanmu dan dari kejahatan setiap jiwa, atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian. Semoga Alloh menyembuhkanmu, dengan nama Alloh aku menjampimu.”

(( أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهْ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ ))  

“Saya berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari setiap setan, setiap dzat yang memiliki racun lagi mematikan (marabahaya) dan dari kejahatan pandangan mata yang dengki.”

Poin-poin di atas merupakan metode islami dalam menangani gangguan sihir. Siapa saja dari seorang muslim bisa mengamalkan hal tersebut meski bukan berstatus ustadz atau kiai. Sebab banyak kesalahpahaman di masyarakat bahwa yang “layak” membacakan ruqyah hanyalah para ustadz dan kiai. Jadi jangan ragu-ragu lagi untuk segera meruqyah jika ada orang di sekitar kita terindikasi gangguan sihir.

Mudah-mudahan Alloh subhanahu wa ta’ala selamatkan kita, keluarga kita serta kaum muslimin dari gangguan sihir. Amiin. Wallahu a’lam bishowab.

 

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05