Berbakti kepada kedua orang tua adalah amalan yang utama yang bisa mengantarkan kita kepada surga. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuktikan bakti kita kepada orang tua tercinta. Sehingga, ladang pahala terbentang untuk kita.

Bentuk bakti kita kepada kedua orang tua adalah .

Yang pertama, dengan bergaul yang baik terhadap kedua orang tua. Yaitu dengan membuat orang tua kita senang dan bahagia dengan keberadaan kita.

Dalam suatu riwayat dikatakan, bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad, yakni dalam hal ini jihad yang hukumnya fardhu kifayah.  Kecuali waktu diserang musuh maka fardhu ‘ain.

Lelaki tersebut pergi untuk berjihad dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata. “Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis.” Hadits Riwayat Abu Dawud dan an-Nasa’i.

Selain itu sering-seringlah bersilaturahim dengan kedua orang tua, apalagi jika tempat tinggal kita tidak terlalu jauh dengan orang tua.

Kemudian bakti yang kedua adalah dengan berkata yang baik dan lembut terhadap orang tua.

Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara dengan anak, teman atau dengan yang lain. Berbicaralah  dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua, jangan pernah menggerutu, mencela, apalagi membantah.

Perkataan yang buruk yang membuat hati orang tua sakit adalah dosa besar yang harus dihindari.

Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya berbuat jahat kepada kita.  Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua, atau orang tua memukul kita dan bersikap tidak adil. Kita harus tetap menjaga sikap dan kata-kata kita.

Kemudian yang ketiga, berusaha tawadhu dan rendah hati di hadapan orang tua.

Keempat, memberikan infak atau nafkah yang layak untuk orang tua kita. Apalagi jika orang tua berada dalam kondisi kekurangan dan sudah tua renta.

Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah di dalam surat al-Baqoroh ayat 215.

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Mereka bertanya kepadamu Muhammad tentang apa yang harus mereka infakkan, Jawablah.“Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu,  kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui.”

Sayangnya, kadang ada anak yang menelantarkan orang tuanya dan tidak peduli dengan kehidupan orang tuanya. Ada juga yang melupakan orang tua setelah menikah. Takut terhadap istri jika harus memberi nafkah kepada orang tua. Naudzubillah.

Kemudian yang kelima, selalu mendoakan kebaikan dunia akhirat untuk kedua orang tua.

Sebagaimana dalam penggalan ayat 24 surat al-Isra,

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil.

Seandainya kedua orang tua berada dalam kekeliruan, belum mengenal ajaran islam yang benar, maka kita tetap harus berlemah lembut kepada mereka. dakwahi kedua orang tua dengan sikap dan kata-kata yang lembut.

Itulah, diantara bentuk dan cara berbakti yang harus kita lakukan kepada kedua orang tua kita. Semoga kita menjadi anak yang berbakti, sehingga dengan bakti kita kepada orang tua, menjadi jalan untuk bisa memasuki surga. Amiin.

Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: