Oleh: Hawari, Lc

Dalam al-Qur’an jelas sekali bahwa umat ini adalah umat terbaik yang diciptakan Alloh I bagi seluruh manusia. Sebagaimana di dalam firman-Nya.

 خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ 

”Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Imron [3]: 110)

Ayat ini menggambarkan bahwa umat Islam adalah umat pilihan dengan segala ciri, atribut dan identitasnya.  Bahkan dalam ayat lain saat kita dalam perselisihan dengan ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) pun kita diperintahkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala untuk tetap percaya diri dan bangga menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

 قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ 

“Katakanlah: “Hai ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwa tidak kita sembah kecuali Alloh dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Alloh. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim”. (QS. Ali- Imron [3]:64)

Identitas Muslim Sejati

Salah satu identitas bagi seorang muslim sejati adalah busana. Tentunya bukan mode busana yang didesain oleh musuh-musuh Islam yang serba seronok dan tidak karuan. Namun busana yang diterangkan dalam Kitab suci dan sunnah mulia. Inilah sebaik-baik mode busana, karena yang merancangnya adalah Dzat Yang Maha Tahu akan segalanya.

Meskipun demikian, yang terjadi sekarang adalah adanya perang identitas melalui mode busana. Sedikit tidak mengikuti mode saja, kita dibilang tidak gaul atau orang yang ketinggalan zaman. Memang sangat licik sekali musuh-musuh Islam itu. Dengan berbagai media cetak dan elektronik menggembar-gemborkan mode busana yang asalnya mengundang syahwat terlihat seolah menarik. Selain itu diperagakan juga oleh para biduanita yang berlenggak-lenggok bagai cacing kepanasan.

Memang sejak awal rayuan iblis adalah membuat manusia menanggalkan pakaiannya. Hari inipun pakaian syar’i dimodifikasi layaknya barang dagangan. Mulai dari model tutup atas buka di bawah, depan rapat  belah belakang dan model baju “you can see” lainnya. Begitu juga pada kaum pria, model baju full body press dan celana jeans isbal menjadi trend di kalangan anak muda. Padahal sangat jauh sekali hal tersebut dari nuansa Islam.

Sebagai seorang Muslim tentunya tidak berbusana kecuali dengan ilmu. Karena busana merupakan refleksi dari identitas sejati seseorang yang dihadirkan di alam nyata. Alloh pun dalam al-Qur’an telah menjelaskan busana standar yang akan menjadi identitas muslimah sepanjang zaman, yaitu dengan jilbab. Tentunya jilbab syar’i yang syarat-syaratnya telah disepakati para ulama. Karena pentingnya busana sebagai identitas Muslim, hampir kita dapati di kitab-kitab hadist dan fiqh selalu ada bab pembahasan tentang adab berpakaian atau berbusana. Hal ini menunjukkan bahwa berbusana adalah bagian dari agama karena hal tersebut merupakan ciri dan identitas kita.

Jangan Jadi Abu-abu

Ada orang yang mengatakan;”Gak masalah gaya rambut punk, badan bertato dan penampilan kebarat-baratan, yang penting hati tetap Mekah”. Statement seperti ini jelas keliru karena ini adalah bentuk sikap abu-abu. Sisi kekeliruannya karena hal tersebut adalah tasyabbuh kepada orang kafir atau fasiq, begitu juga karena Alloh sendiri memerintahkan agar kita masuk Islam secara kaffah dan tidak setengah-setengah.

Busana muslim adalah identitas yang baik karena sumbernya adalah wahyu ilahi. Jilbab, cadar, celana ngatung serta busana yang sopan menutup aurat adalah identitas Muslim sejati. Sama sekali tidak ada hubungannya antara jilbab dengan ketinggalan zaman, begitu juga cadar dan celana ngatung dengan isu terorisme. Semua itu hanyalah rekayasa dari para pecundang saja.

Mulai sekarang tunjukkan jati diri dan identitas kita. Jangan ragu-ragu untuk memakai busana dan atribut Islami selama tidak melanggar aturan syar’i. Kita harus bangga dengan busana Islami yang mencerminkan identitas kita sebagai seorang Muslim. Jangan ragu untuk mengatakan dengan lantang kepada mereka sebagaimana yang diperintahkan Alloh dalam kitab-Nya. “Saksikanlah bahwa Kami adalah orang-orang Muslim!”

 


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05