Dari Muhamad Masir,

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, . . .

Ustadz
Dikampung saya sering sekali dilakukan yang namanya Tahlilan memperingati 1-7 hari kematian salah satu anggota keluarga, 30 hari, 100 hari dan kemudian di lakukan setiap tahun nya. serta sering juga dilakukan yang namanya Jum’atan (malam Jum’at), yang isi acaranya adalah membaca Surat  Yaasin secara bersama-sama, melafadzkan tahlil secara bersama-sama.

Pertanyaan saya :

Apakah saya boleh mengikuti acara seperti ini, sedangkan bilamana tidak datang maka saya dibilang mempunyai / mengikuti aliran sesat, dimana acara semacam ini sudah dilakukan seolah-olah menjadi wajib bagi masyarakat di kampung saya bahkan di wilayah Indonesia pada umum nya.

Sekian terima kasih

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

[divide]

Jawaban:

Dijawab oleh: Ust. Ibrahim Bafadhol, M.Pd.I

Alhamdulillah washsholatu wassalamu ‘ala rosulillah wa’ala ali wasobbihi amaba’d.

Tidak dibenarkan seorang muslim untuk mengikuti acara-acara yang bid’ah atau tidak disyariatkan oleh agama. Karena mengikuti acara-acara tersebut berarti mendurhakai Allah ta’ala dan Rosul-Nya sholallahu alaihi wasallam dan merupakan suatu dosa yang besar jika kita sudah mengetahuinya.

Adapun mereka yang belum tahu, mungkin mereka punya alasan karena mereka menganggap ini adalah amal sholeh, sehingga mereka merasa berbuat baik dengan mengikuti acara tersebut.

Kemudian resiko jika tidak ikut acara tahlilan tersebut akan disebut mengikuti aliran sesat, maka kita harus bersabar dan tetap teguh memegang kebenaran, meskipun dicap dengan berbagai macam stigma atau komentar-komentar yang miring. Jangan kita hiraukan komentar tersebut, tetap teguh memegang dan mengikuti ajaran Islam yang murni, ajaran yang tidak bercampur dengan kebid’ahan. Ini adalah resiko seseorang yang memegang kebenaran sepanjang masa, pasti dia akan dibenci oleh orang-orang yang tidak sejalan dengan kebenaran.

Nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam memiliki kabar gembira bagi orang-orang yang senantiasa bersabar dalam hal ini, beliau bersabda:

“Islam itu bermula dalam keadaan terasing, dianggap aneh, dan suatu ketika akan kembali terasing asing di tengah-tengah masyarakat. Maka berbahagialah orang-orang yang dianggap asing tersebut”. (HR Muslim no. 145)

Para nabi-nabi dan rosul-rosul pun dianggap mengikuti aliran sesat karena menyampaikan kebenaran yang datang dari Allah ta’ala. Mereka dicap sesat, menyimpang, dan berbuat keanehan, tapi mereka bersabar menyampaikan risalah Allah dan tidak meninggalkan prinsip mereka. Jadi keharusan seorang muslim adalah teguh memegang prinsip yang benar hanya karena takut atau tidak mau dikucilkan oleh masyarakat.

Untuk menghilangkan keterasingan tadi, hendaknya kita sampaikan alasan kita. Sampaikan alasan atau hujah anda itu dengan cara yang baik. Misalnya:

“Saya tidak mengikuti acara tahlilan karena yang saya tahu bahwa perkara ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi sholallahu alaihi wasallam, tidak juga oleh para sahabatnya. Saya hendak mengikuti Nabi sholallahu alaihi wasallam. Apa yang beliau lakukan saya lakukan, apa yang beliau tinggalkan saya tinggalkan.”

Jadi jangan khawatir kalau masyarakat menganggap anda mengikuti aliran sesat dan sebagainya, selama anda berpegang teguh dengan kebenaran maka Allah bersama anda. Para malaikat akan bersimpati dan mendoakan anda. Anda ditinggalkan oleh manusia, tapi dicintai oleh Allah ta’ala dan malaikat-Nya di langit. Dan jika Allah ridho dan cinta kepada hamba-Nya, maka tidak masalah kalau hambar tersebut dibenci oleh manusia di muka bumi.

 Wallahu a’lam.


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05