Pertanyaan: Assalamualaikum, ustadz, bolehkah kita menceritakan kisah tentang keburukan seseorang dan akibat perbuatannya itu kepada orang lain tapi tanpa menyebutkan nama orang tersebut degan maksud agar dijadikan ibroh bagi org lain agar tidak melakukan kesalahan yang serupa. Apakah itu termasuk ghibah?? dari Fitrah di Ciomas

Jawaban :

Dalam kitab Bahjatun Nadzirin juz 3 halaman 33. Dikatakan : “Ketahuilah bahwasanya ghibah dibolehkan untuk tujuan benar yang syar’i, yang tidak mungkin bisa dicapai tujuan tersebut kecuali dengan ghibah itu”

Dan hal-hal yang dibolehkan ghibah itu ada enam sebagaimana disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, sebagaimana tergabung dalam suatu syair :

الـذَّمُّ لَيْـسَ بِغِيْبَةٍ فِيْ سِتـَّةٍ         مُتَظَلِّمٍ وَ مـُعَرِّفٍ وَ مُـحَذَّرٍ
وَ لِمُظْهِرٍ فِسـْقًا وَ مُسْتَفْـتٍ         وَمَنْ طَلَبَ الإِعَانَةِ فِيْ إِزَالَةِ مُنْكَرٍ

Celaan bukanlah ghibah pada enam kelompok; Pengadu, orang yang mengenalkan, dan orang yang memperingatkan. Dan terhadap orang yang menampakkan kefasikan, dan peminta fatwa. Dan orang yang mencari bantuan untuk mengilangkan kemungkaran.

Adapun menceritakan kisah keburukan orang lain tanpa menyebutkan nama sebagai ibroh atau pelajaran ini termasuk kedalam enam kelompok yang tidak termasuk ghibah, sebagaimana yang dikatakan Imam An Nawawi yaitu sebagai orang yang memperingatkan  agar orang lain tidak terjatuh kedalam perkara yang dilarang syariat. Allahu a’lam (Admin/FU)

%d bloggers like this: