Oleh: Hawari, Lc

Hampir semua orang mencari dan memburu kebahagian. Namun tidak semua mendapatkan hakikatnya. Mereka mengira bahwa kebahagiaan identik dengan harta dan kekayaan, sehingga seluruh potensi dan kekuatan dikerahkan untuk menumpuk harta dengan segala cara. Ada juga yang berkata bahwa kebahagiaan ada pada wanita, karena itu ia berkeliling dunia untuk berzina dengan wanita yang diinginkannya. Namun ternyata hanya kebahagiaan semu yang ia jumpai. Ia berlelah-lelah mencari kebahagiaan, padahal kebahagian itu berada di dalam jiwanya, bahkan di dalam keluarga jika dibina dengan iman dan takwa.

BAHAGIA ADALAH MILIK SEMUA

Jangan bersedih hati jika kita dalam keadaan miskin dan tak punya harta. Berbahagialah, karena kebahagiaan adalah milik kita semua. Bukan hanya milik para raja yang tinggal di istana yang mewah, bukan pula milik bangsawan yang yang selalu berpakaian anggun dan menawan. Boleh jadi sepetak kontrakan justru menjadi samudra kebahagiaan. Begitu pula gaji pas-pasan membuat pemiliknya berada dalam mata air keberkahan yang menentramkan. Subhanalloh…. kebahagiaan adalah karunia yang Alloh subhanahu wa ta’ala curahkan bagi siapa saja yang Dia kehendaki.

Saudaraku tercinta…, inti dari kebahagiaan adalah ikhlas dengan takdir Alloh karena tidak ada yang keliru dengan takdir-Nya. Rezeki kita tidak akan pernah tertukar dengan orang lain walau sesuap. Jika kita telah bersusah payah mencari rezeki namun ternyata yang didapat hanyalah sedikit, maka itulah sebenarnya jatah kita. Namun keberkahan Alloh bukan terletak pada banyak atau sedikit karunia-Nya. Akan tetapi terletak pada rasa qona’ah dan syukur yang senantiasa hadir disetiap pemberian Alloh subhanahu wa ta’ala. Dengan demikian insya Alloh kita akan terus mendapat nikmat yang penuh keberkahan . Alloh ta’ala berfirman:

… لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ 

“… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS.Ibrohim [14]: 7)

Dengan bersyukur, beban dan tekanan hidup akan luntur. Namun jika kita kufur, akhirnya pasti akan hancur. Oleh karena itu, selalu bersyukur merupakan obat serakah yang paling manjur.

WALAUPUN SEDIKIT NAMUN BERKAH

Banyaknya harta tidak menjamin keberkahan. Keberkahan adalah banyaknya kebaikan meskipun dari harta yang sedikit. Bukan berarti terlarang bagi kita untuk menjadi seorang yang kaya dan banyak harta, namun kita harus faham bahwa Alloh-lah yang mengatur segala pemberian. Dia lah yang menjadikan si fulan kaya-raya dan lainnya miskin harta. Namun kemuliaan di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala bukanlah terletak pada banyak dan sedikitnya harta, melainkan pada ketakwaan yang tumbuh dan bersemi di dalam jiwa.

Betapa banyak orang bergelimang harta namun hidupnya sengsara. Dirinya selalu diliputi kekhawatiran terhadap kekayaan yang dia sendiri tidak menikmatinya. Bahkan seringkali stres berat dikarenakan harta yang disimpannya. Begitulah tabiat harta dunia jika telah merasuk ke dalam dada, justru menjadi bumerang bagi pemiliknya. Semua itu adalah pertanda ketidakberkahan pada harta yang dimilikinya. Lain halnya jika dia mempunyai harta namun digunakan untuk berinfaq di jalan Alloh, tentu menjadi keberkahan yang tiada tara.

Oleh karena itu ada beberapa tips meraih kebahagiaan dan keberkahan Alloh ta’ala antara lain:

  1. Mensyukuri segala nikmat dari Alloh.

Tiada kenikmatan kecuali datangnya dari Alloh. Dan wajib bagi manusia mensyukurinya meskipun sedikit di matanya. Insya Alloh dengan bersyukur, Alloh akan senantiasa menambahkan nikmat kepadanya. Harta yang melimpah tanpa dibarengi dengan rasa syukur tidak akan menjadi berkah bagi pemiliknya.

  1. Mencari rizki dengan hati qona’ah, tidak dipenuhi ambisi dan serakah.

Sifat qona’ah dan lapang dada dengan pemberian Alloh subhanahu wa ta’ala merupakan kekayaan yang tiada bandingnya. Jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah akan muncul darinya kebahagiaan dan keridhaan Alloh padanya.

  1. Bekerja dari jalan yang halal dan baik.

Alloh ta’ala berfirman:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ 

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.”(QS. al-Baqoroh[2]: 168).

Segala bentuk yang halal dan baik walaupun sedikit akan menjadi sumber keberkahan dan kebahagiaan. Dan hendaknya bekerja di waktu pagi karena itu lebih berkah. Sebagaimana do’a Rosululloh sholallohu alaihi wasallam pada umatnya, ”Ya Alloh, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud)

  1. Gemar berinfaq di saat lapang dan sempit.

Jangan menganonimkan infaq dengan “infak” alias iuran paksa. Banyak dalil dari al-Qur’an dan assunnah yang menerangkan bahwa infaq adalah sarana yang membuat kita kaya di dunia dan di akhirat. Sama sekali tidak ada kesedihan dan kekurangan bagi orang yang berinfaq. Jika ingin harta kita berkah, maka berinfaqlah di saat lapang maupun sempit, walaupun sedikit.

Saudaraku tercinta…, berbahagialah walaupun hanya memiliki sedikit harta atau rumah kontrakan yang sempit. Kita harus banyak bersyukur atas nikmat Alloh yang tak pernah putus, dan yang terpenting adalah kita bahagia serta dekat dengan Alloh. Wallohu a’lam.

 


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05