Pertanyaan : Seseorang yang pernah melakukan dosa-dosa besar tapi sudah bertaubat dengan taubatan nasuha, apakah di akherat akan mendapatkan siksa api neraka..? Dari Hamba Alloh di Cibinong

Pertanyaan yang mirip dari Hamba Alloh di Dramaga Bogor, apakah jika ada seseorang yang sudah bertaubat dari kemaksiatan yg telah ia lakukan, contohnya saja berzina, apakah masih tetap ditampakkan dan dipertontonkan aibnya kepada semua orang di akhirat kelak?

Jawaban :

Alloh berfirman dalam surat Az Zumar ayat 53;

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.  Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Melalui ayat ini Allah telah memberitahukan bahwa Dia adalah Ilah Yang Maha Pengampun atas segala dosa, jadi  seluruh dosa, baik itu dosa zina, mencuri, membunuh juga termasuk dosa syirik, akan diampuni oleh Allah , dengan syarat jika hamba yang melakukan dosa tersebut bertaubat dengan taubat yang sebenarnya kepada Alloh sebelum nyawa sampai kekerongkongannya.

Kemudian Imam Ibnu Katsir mengatakan: “Ayat yang mulia ini merupakan seruan kepada orang-orang yang bermaksiat, baik orang-orang kafir atau lainnya, untuk bertaubat dan kembali kepada Allah . Ayat ini juga memberitakan bahwa Allah akan mengampuni semua dosa-dosa semuanya bagi orang-orang yang bertaubat dari dosa-dosa tersebut dan meninggalkannya, walaupun dosa apapun juga, walaupun dosanya sebanyak buih lautan.

Dan tidak benar jika mengartikan pengampunan Allah dalam ayat ini dengan tanpa taubat, karena orang yang tidak bertaubat dari syirik tidak akan diampuni oleh Allah .

Disebutkan juga dalam sebuah riwayat dari Anas bahwa ia mendengar Rosululloh bersabda,

قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.

Yang artinya; Allah berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya selama Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, aku tidak peduli berapapun banyaknya dan besarnya dosamu.  Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu mencapai awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “. [HR. At-Tirmizi dan dia berkata: haditsnya hasan shahih]

Jadi jelas bagi kita, jika seorang hamba telah bertaubat dari dosa-dosa yang dia lakukan dengan taubat nasuha, atau taubat yang sebenar-benarnya maka dia akan dibebaskan dari siksa api neraka dan juga aibnya tidak akan di pertontonkan di depan seluruh manusia di padang mahsyar. Allohu ‘alam.

%d bloggers like this: