Akhmad Khoirul Anam – Cimanggis, Apakah zakat boleh diberikan ke orang tua , saudara kita yang tidak mampu, dan mungkin lembaga-lembaga dakwah seperti radio ini?

Jawaban :

Tentang siapa yang berhak mendapatkan zakat mal atau harta, maka orang tua menurut ulama fikih, mereka dikategorikan berada di bawah tangggungan nafkah seorang anak.

Mazhab Imam Malik dan Syafi’i melarang pemberian zakat mal kepada orang tua yang menjadi tanggung jawabnya dalam mencukupi rezkinya (termasuk juga kelompok ini yaitu orang yang tidak berhak menerima zakat tersebut misalnya anak dan istri). Jumhur ulama juga menjelaskan ada kategori siapa saja orang-orang yang tidak boleh menerima zakat di antaranya bapak, ibu atau kakek, nenek hingga ke atas atau anak-anak hingga ke bawah atau isteri dari orang yang mengeluarkan zakat, karena nafkah mereka di bawah tanggung jawab anak atau menantu.

Sedangkan memberikan zakat kepada kerabat, selain anak dan orang tua, para ulama membolehkan selama mereka memiliki kriteria sebagai penerima zakat yaitu fakir miskin.

Allah telah menjelaskan dalam Al-Quran, semua golongan yang berhak menerima zakat. Yang berhak menerima ini telah ditetapkan, dan karena itu, tidak boleh memberikan zakat kepada selain mereka. Allah  berfirman,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِي

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para petugas zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang, untuk orang-orang yang berperang di jalan Alloh dan untuk musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan, pembagian ini sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Alloh, dan Alloh Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah: 60)

Adapun menyalurkan zakat untuk lembaga dakwah, maka hal tersebut adalah boleh karena termasuk dalam cakupan fi sabilillah.

Di antara dalil-dalil yang menjelaskan hal ini adalah sabda Rasulullah :

“Perangilah orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dan lisan kalian“ (HR. Abu Daud, Shahih)

Kemudian,  dalam Majmu’ Fatawa-nya syekh Muhammad bin Ibrahim Ali Syekh berkata:

“Di sini ada masalah penting bahwa zakat sah jika diberikan untuk penguatan dana kegiatan dakwah kepada Allah dan dalam rangka mengungkap kekeliruan dalam pemahaman agama. Ini semua termasuk dalam katagori jihad dan  termasuk hal-hal penting di jalan Allah.

Kemudian adanya  Keputusan al-Majma’ al-Fiqh al-Islamy di Rabithah Alam Islami, pada pertemuannya yang ke –8 di Makkah al-Mukarramah,  yang di antara isinya adalah sebagai berikut:

“Mengingat bahwa tujuan dari jihad dengan senjata adalah menegakkan kalimat Allah dan tegaknya kalimat Allah, selain terwujud dengan perang, juga bisa terwujud dengan cara berdakwah kepada Allah dan menyebarkan ajaran agama-Nya, dengan cara mempersiapkan para da’I serta mendukung dan membantu mereka di dalam menjalankan tugas mereka. Oleh karenanya, kedua cara tersebut dikategorikan jihad. Ini berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Nasa’i dan dishahihkan oleh Hakim, dari Anas   bahwa nabi  bersabda:

“Perangilah orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dan lisan kalian“ (HR. Abu Daud, Shahih)

Mengingat bahwa Islam telah diperangi melalui  perang pemikiran dan keyakinan  yang dilancarkan oleh orang-orang Atheis, Yahudi dan Nashara  serta musuh-musuh Islam lainnya, di belakang mereka ada para pendukung secara materi dan maknawi. Oleh karenanya, wajib bagi kaum muslimin melawan mereka dengan senjata yang mereka pakai untuk menyerang Islam dan dengan senjata-senjata lain yang lebih mengena.

Mengingat bahwa urusan –urusan perang di Negara-negara Islam telah mempunyai kementrian khusus yang mempunyai anggaran khusus dalam Negara. Ini berbeda dengan urusan dakwah, yang biasanya tidak mendapatkan anggaran khusus dari mayoritas Negara-negara tersebut, begitu juga tidak ada bantuan-bantuan .

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka Majlis telah memutuskan  -dengan dukungan mayoritas anggotanya – bahwa dakwah kepada Allah berikut hal-hal yang bisa membantu dan mendukung kegiatan –kegiatannya masuk dalam kategori fi sabilillah pada ayat tadi.

Dengan demikian, menyalurkan zakat ke lembaga-lembaga dakwah Islam termasuk radio ini, yang bertujuan menyebarkan ajaran-ajaran Islam yang murni dan dalam rangka mengungkap kekeliruan dalam pemahaman agama, diperbolehkan dan sah, karena termasuk ke dalam kategori fi sabilillah.

Wallohu a’lam.

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05