Pertanyaan : Apakah ‘ain itu? Apakah ‘ain itu penyakit? Dari Hamba Alloh +628774421xxxx

Jawaban :

Penyakit ‘ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata, yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

Di antara dalil-dalil yang menjelaskan tentang ‘ain adalah :

Dari Amir bin Robi’ah , Rosullulloh bersabda,

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

“Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, atau pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ‘ain itu haq (benar).” (HR. Ahmad).

Dari Ibnu Abbas , Nabi bersabda :

الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

“‘Ain (pandangan mata jahat) itu benar adanya, jika seand’ainya ada sesuatu yang mendahului qodar, maka akan didahului oleh ‘ain. Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim)

Dari Aisyah ,Rosululloh bersabda :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

“Mintalah kalian perlindungan kepada Alloh dari ‘ain (mata jahat) karena sesungguhnya ‘ain itu haq (benar).” (HR. Ibnu Majah)

Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi karena kekaguman tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi di antara para sahabat Nabi , padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi di antara mereka.

Lalu, Bagaimana Menjaga Diri dari ‘Ain?

  1. Membaca surat al-Ikhlas 3 kali, al-Muawwidzat’ain (al-Falaq dan an-Naas) 3 kali, Ayat Kursi setiap pagi dan petang.
  2. Mengucapkan,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala kejahatan makhluq yang Ia ciptakan,.” (HR. Muslim) doa ini dibaca 3 kali setiap petang.

  1. Memohonkan perlindungan untuk anak-anak, sebagaimana Rasulullah memohonkan perlindungan untuk al-Hasan dan al-Hus’ain, beliau mengucapkan,

أُعِيْذُ كَمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لآمَّةٍ

“Aku memohon perlindungan untuk kamu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari seluroh syetan, binatang berbisa, dan dari padangan mata yang jahat.” (HR. Abu Dawud)

  1. Menutupi ketampanan/kecantikan dan keindahan l’ainnya yang dikhawatirkan akan menyebabkan tertimpa ‘ain. Allohu a’lam.
%d bloggers like this: