Siapa yang belum tahu atau belum mendengar sabda Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam ini, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah…”. Pasti anda pernah mendengar atau pernah membacanya. Para ulama kita memberikan penjelasan arti dari kata ‘Fitrah’ ini adalah ISLAM. Jadi ketika seorang anak lahir, maka ia telah membawa ghorizah atau potensi. Potensi itu adalah ketauhidan kepada Alloh subhanahu wa ta’ala atau keislaman.

Tauhid adalah puncak atau inti kehidupan manusia. Tanpa itu, manusia akan kehilangan kemanusiaannya, dan hilanglah jati dirinya. Ketika tauhid hilang dalam kehidupan manusia, maka hancur dan kacaulah kehidupan manusia, karena tauhid adalah penyeimbang.

Manusia diciptakan hanya untuk mengabdi kepada Alloh. Manusia juga ditugaskan sebagai khalifah dan pemakmur alam semesta ini dengan menegakkan panji-panji tauhid kepada Alloh subhanahu wa ta’ala.

Orangtua adalah para penegak tauhid di lingkungan keluarganya. Ini adalah tugas pokoknya yang sangat penting. Orang tua harus menjadikan keluarganya menjadi keluarga bertauhid (muwahhid). Rosululloh sholallohu alaihi wasallam menegaskan perihal anak yang terlahir, apakah akan menjadi Yahudi atau Nasrani atau Majusi, hal tersebut adalah tanggung jawab kedua orangtuanya.

Orangtua diberikan amanah untuk menghantarkan anak-anaknya menjadi generasi beriman dan bertakwa kepada Alloh ta’ala. Berapa banyak orangtua yang takut anaknya menderita gizi buruk secara fisik, dan banyak yang mengabaikan gizi ruhani anak berupa asupan makanan bernutrisi yaitu tauhid. Islam adalah dien atau agama yang memperhatikan kedua hal tersebut, yaitu fisik dan ruhani. Islam memberikan pujian kepada muslim yang kuat dalam segala dimensi. Kuat iman, kecerdasan, keterampilan serta kekuatan akhlak mulia atau kesolihannya, bahkan juga dalam masalah finansial atau keuangan.

Islam telah banyak melahirkan para pahlawan dan tokoh dengan karya terbaik mereka. Sumbangan mereka dalam ilmu pengetahuan kepada banyak manusia dan dalam sejarah kehidupan masih terasa manfaatnya sampai sekarang.

Inilah, letak strategis fungsi dari orang tua. Kita sangat merindukan kembali harum dan jayanya Islam seperti dahulu kala yang ditorehkan dengan tinta emas sejarah Islam. Ya, kita ingin bisa kembali mengecapnya. Langkah awalnya adalah memulai dari sekarang, melalui pembinaan keluarga kita, agar menjadi keluarga Islami. Dengan terbentuknya keluarga-keluarga Islami, akan terwujud masyarakat islami sebagai penegak atau cikal bakal berdirinya tatanan kehidupan yang dinaungi oleh hukum-hukum Alloh.

Anak adalah titipan Alloh subhanahu wa ta’ala. Sebagai orang tua, kita harus mengerti betul tentang tanggung jawab ini karena di yaumul akhir kelak akan dimintai pertanggung jawaban oleh-Nya. Orang tua yang baik akan sangat peduli tentang perkembangan jiwa keagamaan anak-anaknya, dan juga memperhatikan dengan siapa anak-anaknya bergaul.

Orang tua yang baik tidak akan menyerahkan anak-anaknya dididik oleh ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ketauhidan, berupa kesyirikan dan kebid’ahan. Putra-putri kita tidak boleh menjadi para pengasong pemikiran-pemikiran di luar Islam yaitu sekuler, liberal dan pluralis. Orang tua yang baik adalah penyejuk bagi jiwa anak-anaknya. Mereka diharapkan menjadi anak-anak yang solih yang bisa menyejukkan mata dan hati kedua orang tuanya.

Sudah saatnya kita membuat sebuah gerakan bersama, yaitu “bebaskan anak-anak kita dengan tauhid”. Berbahagialah anak-anak yang tumbuh dan diasuh di bawah naungan orangtua mereka yang bertauhid kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, dan berbahagialah jualah orangtua yang mendapati keturunan mereka menjadi generasi yang bertauhid.

Aset berharga yang menjadikan derajat orang tua membumbung tinggi di sisi Alloh adalah anak yang sholih, yang senantiasa mendo’akan ampunan untuk orang tuanya ketika telah tiada, dan menyejukkan orang tuanya semasa di dunia dengan akhlak mulia. Pahala akan senantiasa mengalir dari anak yang sholih bagi orang tuanya tanpa batas.

Anak adalah investasi jangka panjang. Untuk itu wahai para orangtua, habiskanlah tenaga harta dan fikiran Anda untuk berinvestasi dalam pendidikan putra-putri Anda. Allohu al-Musta’an.

Artikel: Gerimis


Dukung Radio Fajri dengan menyalurkan sebagian harta Anda, untuk pembiayaan dan pengembangan dakwah Islam melalui Radio Fajri dengan berdonasi di nomor rekening A.N. Yayasan Peduli Fajar Imani:

Bank Syariah mandiri : 7068-790-268
Bank Muamalat : 121-007-6294
Bank BNI Syariah : 033-596-2322
Bank BCA : 095-319-5957
Bank BRI Syariah : 2102-100-993

Informasi dan Konfirmasi:
Tlp. WA : 0852 1820 8707
BBM : 5E83BB05