Laporan yang dikeluarkan oleh lembaga kemanusiaan Human Rights Watch pada Senin kemarin (09/11/2015), telah mencatat bahwa sebanyak dua pertiga dari anak-anak pengungsi Suriah di Turki mengalami putus sekolah.

Laporan setebal 60 lebih halaman itu, juga menjelaskan bahwa penyebab utama dari kasus itu adalah karena bahasa dan keuangan yang mencegah anak-anak pengungsi Suriah menerima pendidikan formal di Turki.

Stephanie Gee Bernstein yang merupakan salah satu rekan dalam program hak pengungsi di Human Rights Watch, mengatakan bahwa Turki menjadi tuan rumah lebih dari dua juta pengungsi Suriah yang termasuk 700.000 lebih anak usia sekolah. Pihak Turki juga mengatakan, bahwa mereka telah menghabiskan lebih dari 7 milyar dolar, pada respon terhadap krisis pengungsi Suriah sejak 2011 lalu.

[al-khad/fajrifm/tom/bumisyam]