Sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk senantiasa dekat dengan al-Qur’an, yaitu dengan membacanya, mentadabburinya, mengamalkannya maupun mendakwahkannya. Namun, sayangnya sebagian kita terkadang menyepelekan al-quran dan hanya menyimpannya di salah satu sudut rumah kita. Mungkin, hal ini dikarenakan lemahnya iman kita dan lemahnya pengenalan kita terhadap keagungan dan keutamaan al-Qur’an.

Oleh karena itu, Untuk memotivasi kita agar lebih dekat dengan al-Qur’an, maka hendaknya kita mengenal keutamaan-keutamaan al-qur’an.  Nah salah satu keutamaan al-Qur’an yang amat penting bagi kita adalah, al-Qur’an menjadi cahaya penerang jalan hidup kita.

Cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup seorang hamba dan menuntunnya menuju keselamatan adalah cahaya al-Qur’an dan cahaya iman.

Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah ta’ala di dalam firman-Nya, Quran surat asy-Syura ayat 52.

مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dahulu kamu -Muhammad- tidak mengetahui apa itu al-Kitab dan apa pula iman,  akan tetapi kemudian Kami jadikan hal itu sebagai cahaya yang dengannya Kami akan memberikan petunjuk siapa saja di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki.

Berkaitan dengan ayat ini, Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata. “…Dan sesungguhnya kedua hal itu -yaitu al-Qur’an dan iman- merupakan sumber segala kebaikan di dunia dan di akherat.

Ilmu tentang keduanya adalah ilmu yang paling agung dan paling utama. Bahkan pada hakekatnya tidak ada ilmu yang bermanfaat bagi pemiliknya selain ilmu tentang keduanya. yakni ilmu tentang iman dan al-quran

juga dalam surat al-Ma’idah ayat 15 sampai 16, Allâh Azza wa Jalla berfirman.

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ ﴿١٥﴾ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allâh, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah, Allâh menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan,  dan dengan Kitab itu pula Allâh mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya,  dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus .

Kenapa al-Quran diumpamakan sebagai cahaya?. Karena al-Quran menghilangkan kegelapan yang menyesatkan. kegelapan itu adalah kekafiran dan kebodohan yang menyesatkan dari jalan kebenaran.

Penyusun kitab Aisarut Tafâsîr mengatakan. “Orang yang beriman kepada Allâh Azza wa Jalla sebagai Rabb dan Ilah serta beriman kepada Nabi-Nya, Muhammad sholallahu alaihi wa salam sebagai nabi dan rasul lalu mereka berpegang teguh dengan al-Qur’an. Mereka menghalalkan apa yang dihalalkan al-Qur’an dan mengharamkan apa yang dinyatakan haram. Mereka mengimani berita-berita yang dibawa al-Qur’an. Mereka konsisten dengan adab-adab yang diajarkan al-Qur’an, mereka itulah orang-orang yang dimasukkan kedalam rahmat dan karunia Allâh Azza wa Jalla dengan diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.  Itulah keberuntungan yang sangat agung, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an bahwa orang yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke surga adalah orang yang beruntung. Adapun orang-orang yang kufur kepada Allâh Subhanahu wa ta’ala dan Nabi-Nya juga kitab-Nya, maka tempat kembali mereka sudah jelas juga balasan mereka sudah jelas, yakni api neraka yang menyala-nyala.

Semoga Allâh Azza wa Jalla menjadikan kita semua termasuk orang-orang beruntung. yakni orang-orang  yang menjadikan cahaya al-Qur’an sebagai pedoman dalam menempuh kehidupan dunia yang penuh dengan berbagai jebakan dan fitnah ini.

Wallahu a’lam.

%d bloggers like this: